PUISI 4
Lecak
Tinta tak pernah habis hanya untuk menuliskan Cinta.
Setiap Hari hanya untuk-Mu satu.
Lembar demi lembar. Jutaan puisi dan rayuan rindu menemani
Perpisahan.
Mengingat kembali saat dimana kita tak saling tertawa
Cinta hanya sekali, tapi bersama-Mu ribuan kali Indahnya
Masa kelam dimana tak ingin diantara kita untuk mengingat
Coba tanyakan apa yang aku rasakan pada-Mu
Hanya Cinta yang jujur, tak perlu disembunyikan
Wajar jika Cinta slalu di dambakan.
Jelas saja, Cinta dibutuhkan, sulit dipertahankan
Tidak mudah bagi Aku atau bagi Kamu untuk Kita.
Bibir menari di wajah, bukan nafsu yang Ku cari.
Jemari menyentuh lembut tiap inci tubuh
Kita memang butuh ini!
Rindu untuk memulai perpisahan
Tapi apa yang terjadi di akhir lembar itu .. kusam
Lecak dengan noda dosa berlipat, tak ada yang tahu
Tapi darah yang keluar dari Cinta-Mu membuktikan kenyataan seharusnya
Ini akhir dari keserakahan yang tidak terbayar
Lantas mesti apa untuk menebus
Teriak, pergi mencari Ilahi tak Berdosa ..
Agar kau di sucikan tapi tidak sejernih dulu
Tetesan palsu dari suara gagap mengakui
Jangan .. Teriak .. Kau tidak perlu Aku
Kau hanya butuh Waktu
Dan Aku butuh Cinta yang tak ingin berdosa karna Cinta-nya sendiri
Dan itu bukan dari Keserakahan
by Corani (Cory sarah yohani sibarani)


Komentar
Posting Komentar