PILKADA DKI JAKARTA 2017
Komponen Efektivitas
Komunikator Politik
Oleh Cori Yohani
Komunikasi Politik
Pemilihan kepala daerah
selalu menarik perhatian bagi siapaun, dari berbagai lapisan masyarakat,
lapisan sosial, dan sebagainya. Apalagi jika yang disorot dahulu Jakarta, pasti
lebih banyak mendapat Perhatian dari publik, terang saja, DKI Jakarta karna
sebagai Ibu kota Negara, Jakarta memiliki kerumitan dalam persoalan-persoalan
sosial di dalamnya. Semuanya berlomba-lomba menjadi pemimpin Ibu Kota ini, bisa
dibilang karna dua hal, yaitu:
1. Ingin bermain
aman dan terkesan Culas
Jika
Jakarta penuh dengan permasalahan yang
tak henti-hentinya timbul, ada Pemimpin Jakarta yang ingin maju bukan
karna ingin memperbaiki berbagai persoalan, tapi daya tarik di Perpolitikan,
yang membuat mereka ingin maju. Lihat saja di zaman Fauzi Bowo, banyak Pegawai Negeri
yang ongkang-ongkang kaki, Perjalanan Transjakarta tidak seperti sekarang,
bahkan semrawut, Banyak Pungutan liar yang saat ini sedang digalakkan “Anti
Pungli” dan banyak hal. Jika dilihat dari pemimpin yang sedang maju juga dalam
Pemilihan Gubernur, Basuki Thjaja Purnama atau Ahok, sudah banyak Taman kota,
Rusun dibangun, penertiban jajanan kaki lima dan banyak lagi. Para calon yang
maju dengan niat buruk akan terlihat kok dengan perubahan yang terjadi selama masa
kepemimpinannya.
2. Maju untuk Merubah
Yah,
bisa dibilang belum jelas siapa pemimpin yang seperti ini, tapi seperti yang
saya bilang, Pemimpin yang maju dengan “jelas” akan terlihat cara bekerja dan
perubahan walau tidak signifikan, Jakarta memiliki ribuan persoalan yang setiap
hari timbul-tenggelam, jadi tidak bisa secara cepat para pemimpin ingin
merubahnya dengan niat “tulus” yang terlihat nyata.
Karena Pilkada di DKI Jakarta sudah mendekai hari
dengan sudah terjadinya beberapa Aksi Blusukan, Demo karena salah satu Calon,
dan Adu Visi-Misi, saya akan mengulas 4 Hal yang menjadi gambaran bagaimana
mereka maju dalam kursi Gubernur 2017 nanti. Berikut ke-4 hal tersebut:
1 .
Kredibilitas
Mengacu
pada sumber yang dipandang memiliki keahlian dan dipercaya. Semakin dipercaya,
sumber Info semakin efektif.
2 .
Daya Tarik
Dapat
terjadi karena Penampilan Fisik, Gaya bicara, Kinerja, Keterampilan Komunikasi
serta Perilaku didepan Publik umum.
3 .
Kesamaan
Sumber
dapat disukai mungkin karena terdapat kesamaan Harapan, Perasaan, Kebutuhan
yang adalah positif.
4 .
Power
(Kekuatan)
Yaitu
Sumber yang memiliki power akan mencari sebanyak mungkin penghargaan dan
menghindari hukum.
Inilah Ulasan dari masing-masing Calon Gubernur
DKI Jakarta terhadap ke-4 hal dalam Komponen Efektifitas Komunikator Politik.
Bagian I (Profil Singkat masing-masing Calon
Gubernur)
A.
Basuki Tjahaja
Purnama lahir di Manggar, Belitung Timur, 29 Juni 1966.
Gubernur
DKI Jakarta yang menjabat sejak 19 November 2014. Pada 14 November 2014, ia
diumumkan secara resmi menjadi Gubernur DKI Jakarta pengganti Joko Widodo, melalui rapat paripurna istimewa di Gedung
DPRD DKI Jakarta. Basuki resmi dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta oleh Presiden Joko Widodo pada 19
November 2014 di Istana Negara, setelah
sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas Gubernur sejak 16 Oktober hingga 19
November 2014. Pada tahun 2004 Basuki terjun ke dunia politik dan bergabung di
bawah bendera Partai Perhimpunan Indonesia Baru (Partai PIB) sebagai ketua DPC
Partai PIB Kabupaten Belitung Timur. Pada pemilu 2004 ia mencalonkan diri
sebagai anggota legislatif dan terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur periode 2004-2009. Partai PIB
adalah partai politik yang didirikan oleh Alm. Sjahrir.
B.
Anies Rasyid
Baswedan, Ph.D, lahir di Kuningan, Jawa Barat, 7 Mei 1969
Ia adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia ke-26 di Kabinet Kerja yang menjabat sejak 26 Oktober 2014
sampai 27 Juli 2016 dan digantikan oleh Muhadjir Effendy, Rektor Universitas
Muhammadiyah Malang dalam perombakan Kabinet 27 Juli 2016. Anies merupakan cucu
dari pejuang nasional Abdurrahman Baswedan, seorang jurnalis dan diplomat yang
pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Penerangan pada masa revolusi fisik. Anies
menjadi rektor termuda yang pernah dilantik oleh sebuah perguruan tinggi di
Indonesia pada tahun 2007, saat menjadi Rektor Universitas Paramadina pada usia
38 tahun dan aktif dalam mengkampanyekan pendidikan dari mulai usia dini
diberbagai pelosok Negeri.
C.
Agus
Harimurti Yudhoyono, M.Sc., MPA., M.A. lahir di Bandung, Jawa Barat, 10 Agustus
1978 Ia adalah anak pertama dari Susilo
Bambang Yudhoyono dan Kristiani Herawati. Ia mencalonkan diri pada Pemilihan
umum Gubernur DKI Jakarta 2017. Boleh jadi, Agus menjadi salah satu Calon
termuda yang maju sebagai Gubernur di Jakarta dengan Rekam jejak politik yang
sangat sedikit bahkan kurang.
Riwayat jabatan:
·
Pama Pussenif
(2000)
·
Dankipan C
Yonif Linud 305/Tengkorak (2005)
·
Pasiops
Batalyon Infanteri Mekanis Kontingen Garuda XXIII-A (2006)
·
Pama Mabes
TNI (2008)
·
Pamen Mabes
TNI (2013)
·
Kasubbag
Kerja sama Dalam Negeri Universitas Pertahanan (2014)
·
Pamen Denma
Mabesad (Dik Sesko LN) (2014)
Selama masa Kemiliterannya, dia sering dikirim
diberbagai wilayah conflict di Timur Tengah. Dalam pidatonya mencalonkan
menjadi Gubernur dia siap
mengubah Jakarta lebih bermartabat, dan sebaginya,
dan terlihat bersedih saat berpisah dengan pekerjaan Kemiliterannya terdahulu.
Bagian II (Pembahasan)
Kredibilitas (Basuki disapa akrab Ahok, merupakan Calon yang mumpuni, sebab, Ahok
sendiri telah terjun ke dunia Politik sejak tahun 2004, tidak hanya pernah
menjadi salah satu dewan di Partai Perhimpunan Indonesia baru, dan menjadi
Anggota DPR , Bupati, Gubernur Bangka Belitung. Kepemimpinan Ahok di kursi
Gubernur dari mulai 2014 lalu mulai menunjukan perbedaan dari gaya nya
memimipin. Berbagai poling jejak pendapat meilihat kepuasaan warga Jakarta
dengan Kinerjanya, tidak menutup kemungkinan banyak juga yang enggan
berkomentar, sebab, ada beberapa anggota masyarakat yang sampai saat ini
menentang Ahok, namun tidak mereka tunjukan secara langsung yaitu para
masyarakat yang didepak dari tempat tinggal bantaran kali. Penolakan mereka
juga tidak bida diaspirasikan langsung karena Ahok bertanggung jawab dengan
memindahkan mereka di Rusun (Rumah Susun)
Daya Tarik (Ahok dikenal dengan gaya bicaranya yang asal-asal dan keras, banyak media,
yang mengatakan Ahok bukan pemimpin yang mampu berbicara sepantasnya. Dalam hal
ini, Ahok memang sering berkata kasar dan membentak dalam konteks yang sesuai,
Kinerjanya pun terlihat dengan cepat menindak permasalahan berbagi tempat.
Menyidak camat-camat dan lurah-lurah atau pegawai lain yang molor saat jam
kerja. Siap blusukan kapapun, kedekatan Ahok dengan warga pun bisa terlihat
dengan rajin mendatangi pernikahan gang-gang daerah Ibu Kota. Bahkan
keterampilan dia dalam berkomunikasi dengan siapapun bisa ia bedakan secara
bersamaan, ini juga menjadi salah satu daya tarik Ahok dengan komunikasi
Transparan, cepat, serta tegas. Kinerja yang serba Terbuka dan tidak memihak
dengan siapapun. Karena sikap Tegas dan Transparansi yang cukup keras inilah
menjadi daya tarik Masyarakat DKI Jakarta yang tidak bisa ditawar dengan
pemimpin yang mengikuti maunya masyarakat dan menumpuknya masalah yang terjadi
Kesamaan (Dalam Hal ini, seluruh Cagub memiliki cara yang berbeda-beda. Kesamaan yang terlihat
saat ini, yaitu blusukan, sedikit Pemimpin yang ingin blusukan 10 tahun
terakhir. Tapi semenjak menjadi Wagub era Jokowi, Ahok mulai memerintahkan
berbagai bawahannya untuk bisa blusukan mendengar aspirasi warga DKI mengenai
hal-hal di wilayahnya. Mengkaji kembali, dan cepat-cepat menindak. Inilah yang
dimiliki Ahok semasa memimpin, yang sepertinya akan diikuti oleh Calon baru
lainnya. Dari blusukan dan kesempatan waktu inilah yang menjadi Usaha Warga
bertemu serta menyampaikan keluhannya, Ahok pun tidak segan turun ke wilayah
kumuh, sempit, dan gelap khas Ibu Kota Jakarta.
Kekuatan (Karna kejujuran serta dedikasinya selama memimpin di DKI Jakarta inilah
yang menjadi kekuatan Ahok melawan pejabat dan orang-orang yang ingin
meruntuhkan Kejujuran Ahok pada masalah Korupsi (Waktu, Uang dan sebagainya),
ia pernah dianugerahi tokoh anti Korupsi. Ahok sendiri juga tidak memiliki
banyak teman dalam partai sebagai pendukung jalan jujurnya ini, bahkan antar
pejabat pun memusuhi dan sentimen dengan kinerja dia yang disukai oleh warga
DKI Jakarta.
Kredibilitas (Sebagai mantan Menteri Pendidikan, Anies mempunyai Kredibilitas cukup
baik di dunia pendidikan, selain memang Intelektual, Anies banyak mendukung
pendidikan di Indonesia dengan mendirikan “Indonesia Mengajar” dan caranya
dalam berkomunikasi dengan publik juga merupakan kepercayaan sebab ia sendiri
pernah maju menjadi Tim Sukses Jokowi-JK
Daya Tarik (Karna Intelektualitasnya lah daya tarik Cagub Anies mendapat respon cukup
baik. Cara komunikasi yang baik yang juga saat ini dibutuhkan di media sosial juga menambah nilai kepada Anies
dalam menyampaikan waktu kampanyenya, blusukannya, visi-nya dengan cawagub,
serta berbagai kegiatan yang ia lakukan. Penampilannya yang terlihat tenang dan
sederhana juga sering ia munculkan saat melakukan aktifitas diluar rumah atau
diluar jam kerja. Sifat Pribadi yang dekat dengan pemuda-pemudi menjadikan
Anies sesungguhnya mudah untuk menarik pemilih muda. Keakraban juga kerap kali
ia bagikan saat blusukan menjelang Pemilihan saat ini
Kesamaan (Anies memiliki keinginan untuk tetap menghidupkan Pendidikan Indonesia
lebih baik, dengan membuat (nantinya jika terpilih) sekolah gratis dengan jenjang
yang Presiden Jokowi tetapkan yaitu 12 tahun, bukan lagi 9 tahun. Anies juga
menginginkan perubahan sekolah-sekolah yang kurang memenuhi standart yang tetap
ada sampai saat ini. Anies memang terkenal dengan cara ia memandang pendidikan
salah satu integrasi terkuat dalam membangun bangsa. Inilah yang akan ia bangun
untuk kebaikan warga DKI nantinya.
Kekuatan (Dengan memiliki banyak jaringan di Perguruan tinggi dan relasi pasca
menjabat Menteri, Anies memiliki kekuatan dalam mencari pemilih muda untuk
memilihnya saat kampanye dan pilkada nanti. Sesuai dengan bagaimana ia
menyiapkan skema pemilih saat ini dan usia, golongan, dan sebagainya yang ia
konsenterasikan untuk memilihnya.
3.
Agus
Harimurti
Kredibilitas (Agus memang memiliki pengalaman yang paling sedikit diantara kedua Cagub diatas, namun tidak dapat dikatakan ia minim Kredibilitas jika sering bertanya kepada sang Ayah Susilo Bambang Yudhoyono dan Adiknya Baskoro yang sudah mahir di bidang politik.
Daya Tarik (Sebagai wajah baru yang dimajukan oleh partai Demokrat, Agus langsung
memiliki daya tarik dengan wajah tampan dan postur tubuh yang menarik.
Keterampilan ia berbicara juga belum terlihat karena terbiasa di Militer dengan
sedikit berbicara itu akan dilatih seiring dengan rajin juga Agus dalam terjun
ke publik dan masyarakat. Perilakunya yang walau sebagai anggota Militer tetap
terlihat sederhana dan lembut, secara kinerja, dalam mengurusi bidang tata kota
dan sebaginya Agus memang belum mumpuni, namun bisa dipertimbangkan dengan ia
bisa membangun relasi antara tentara dan masyarakat di wilayah konflik. Serta pangkatnya
yang cukup baik dengan usia yang tidak terlalu tua. Serta, kerja kerasnya dalam
pendidikan tetap perlu diapresiasi.
Kesamaan (Agus sendiri juga membagi tugas dengan Timnya dalam menyadari warga DKI
dengan dibutuhkannya masukan dan keluhan yang akan ia kaji untuk dapat maju sebagai
Gubernur. Ia sering melakukan aktifitas ringan di luar kebiasaannya dengan
berolahraga, bersantap makanan pinggiran dengan mau menerima aspirasi berbagai
kalangan terhadap apa yang terjadi di DKI Jakarta. Cara itu menjadi salah satu
yang juga digunakan Cagub lain, yaitu terjun langsung ke Umum untuk mengetahui
keluhan masyarakat yang akan di simpan untuk kajian selanjutnya
Kekuatan (Dengan memiliki keluarga dan kerabat dalam kerja yang satu lingkup dekat
dengan Politik, Agus memiliki jalan mudah untuk bisa menjaring pemilih untuk
mensukseskannya di Pilkada ini, cara-cara yang dulu digunakan Ayahnya juga bisa
saja ia gunakan untuk mendapatkan suara pemilihan tahun 2017 nanti.
Demikian Informasi mengenai ketiga Calon Gubernur DKI Jakarta yang saya ulas kali ini. Ayo Sukseskan Pilkada 2017 dengan tidak menjadi bagian Golput dan memberikan Aspirasi sebaik dan sepositif mungkin dalam berbagai hal, serta jauhkan isu-isu SARA yang memecah. Dukung terus Pilkada yang Bersih, Tertib, dan Terintegrasi!


Referensi:
Website
resmi Ahok yaitu Ahok.org
Website
Resmi Anies di Aniesbaswedan.com











Komentar
Posting Komentar