Bahaya PLASTIK

WARNING! STOP USING!

A. Pengantar
     Plastik ialah produk yang di Polimerisasi semi-sintetik atau sintetik, yang terbentuk dari Organik atau zat lain. Plastik di design dengan variasi yang sangat banyak dalam properti yang dapat menoleransi panas, keras, dan lain-lain. Komposisinya ringan, membuat plastik digunakan banyak dibidang Industri serta kebutuhan manusia lainnya. Plastik memiliki rantai atom yang mengikat satu sama lain ini membuat uraian inti plastik tidak mudah untuk terurai dengan waktu yang sangat cepat. Plastik baru dikembangkan di abad 20-an. Penggunaan plastik kini bagian sebagian negara maju per orang bisa mencapai 60-100kg/tahun, disini istilah polimer ialah plastik sendiri dengan banyak kelas material baik alami/sintetik.
;Sedangkan 
     Styrofoam (semacam gabus) yaitu bahan yang berwarna putih yang tersusun secara manik-manik dari Polystyrene, pada 1940-an Peneliti menemukan cara membuat Polystyrene berbusa yang cikal bakal Styrofoam. Bahan ini terdiri dari 98% air sehingga ringan dan apung, karna bahannya yang mudah dan ringan serta memang sulit untuk terurai maka Styrofoam menjadi salah satu bahan yang tak bisa lepas dari kebutuhan di Dunia.

B. BAHAN PLASTIK
     B.1 Proses manufaktur plastik
     Injection molding
Bijih plastik (pellet) yang dilelehkan oleh sekrup di dalam tabung yang berpemanas diinjeksikan ke dalam cetakan.
     Ekstrusi
Bijih plastik (pellet) yang dilelehkan oleh sekrup di dalam tabung yang berpemanas secara kontinyu ditekan melalui sebuah orifice sehingga menghasilkan penampang yang kontinyu.
     Thermoforming
Lembaran plastik yang dipanaskan ditekan ke dalam suatu cetakan.
     Blow molding
Biji plastik (pellet) yang dilelehkan oleh sekrup di dalam tabung yang berpemanas secara kontinyu diekstrusi membentuk pipa (parison) kemudian ditiup di dalam cetakan.

      B.2 Macam-Macam Jenis Plastik dan Kegunaanya
      PETE (Polyethylene Terephthalate)
PETE atau PET adalah salah satu plastik yang digunakan untuk wadah makanan. Plastik PETE sering kita temukan di hampir semua botol air mineral dan beberapa pembungkus lainnya. Plastik ini dirancang hanya untuk satu kali pemakaian saja. Jadi, jika digunakan berulang kali bisa meningkatkan resiko ikut terkonsumsinya bahan plastik dan bakteri yang berkembang pada bahan  plastik tersebut. Hal ini disebabkan jenis plastik PETE ini sulit untuk dibersihkan dari bakteri dan bahan plastik PETE dapat bersifat racun. Plastik ini sebaiknya didaur ulang dan tidak digunakan kembali.


      HDPE (High-Density Polyethylene)
Plastik HDPE adalah jenis plastik yang digunakan untuk membuat botol susu, botol deterjen, botol shampo, botol pelembab, botol minyak, mainan, dan beberapa tas plastik. HDPE ialah plastik yang paling sering didaur ulang dan dianggap plastik paling aman.Tekstur plastik jenis ini sangat keras dan tidak mudah rusak karna sinar matahari.


      PVC (Polyvinyl Chloride)
Plastik PVC mempunyai sifat lembut dan fleksibel. Plastik jenis ini sering dipakai untuk membuat plastik pembungkus makanan, botol minyak sayur, dan mainan anak-anak seperti pelampung renang. Selain itu juga digunakan untuk membuat pipa plastik, dan komponen kabel komputer. PVC dikhawatirkan sebagai “plastik beracun” karena mengandung berbagai racun yang dapat mencemari makanan. Plastik ini juga sukar didaur ulang.


      LDPE (Low-Density Polyethylene)
LDPE sering kita temukan pada pembungkus baju, kantung pada layanan cuci kering, pembungkus buah-buahan agar tetap segar, dan pada botol pelumas. LDPE memiliki tingkat racun yang cukup rendah daripada plastik yang lain. LDPE tidak umum untuk didaur ulang, jika didaur ulang plastik LDPE biasanya digunakan sebagai bahan pembuat ubin lantai.


      PP (Polypropylene)
Plastik PP memilliki tekstur yang kuat, ringan, dan tahan terhadap panas. Plastik PP bisa menjaga bahan yang ada di dalamnya dari kelembaban, minyak dan senyawa kimia lain. PP sering dipakai untuk pembungkus pada produk sereal sehingga tetap kering dan segar. PP juga digunakan untuk membuat ember, kotak margarin dan yogurt, sedotan, tali, isolasi, dan kaleng plastik cat. Plastik jenis PP dianggap aman jika digunakan kembali dan dapat didaur ulang.


      PS (Polystyrene)
Polystyrene atau styrofoam yaitu plastik yang murah, ringan, dan mudah dibentuk. Plastik ini sering dipakai di berbagai kebutuhan. Biasanya plastik PS digunakan sebagai botol minuman ringan, karton telor, kotak makanan, dan pembungkus bahan yang akan dikirim dalam jarak jauh. Plastik PS ini mudah rusak dan rapuh, sehingga mudah terpotong-potong menjadi kecil dan mudah mencemari lingkungan. Sebaiknya tidak membungkus makanan dengan plastik jenis ini.


      Bahan Plastik Lain (BPA, Polycarbonate, dan LEXAN)
Kategori plastik BPA Polycarbonate, dan LEXAN sering digunakan untuk membuat aksesoris kendaraan, namun ada juga pabrik yang menggunakan plastik ini sebagai bahan baku botol minuman bayi dan pembungkus makanan. Penggunaan plastik ini sebagai botol minuman dan pembungkus makanan sangat tidak dianjurkan, karena salah satu zat penyusun plastik ini misalnya BPA (Bisphenol A) merupakan senyawa yang dapat mengganggu kerja hormon-hormon tubuh.


      Plastik Cor
Yakni jenis plastik yang sering digunakan untuk bangunan, serperti pengecioran pada lantai dasar sebelum pembangunan.


      Plastik Mika
Yakni jenis plastik yang berbahan campuran antara bahan PP/PE/PVC yang terdiri dari plastik mika bening yang lemas untuk taplak meja, album photo, sampul buku, pembungkus, plastik mika film yang kaku untuk membuat kotak, laminating, dan lain-lain.

sering digunakan sebagai sampul dari buku/suatu jilitan kertas

      B.3 Kriteria wadah Plastik untuk makanan
      -Food Grade, yaitu logo gelas dan garpu artinya plastik tersebut layak dipakai untuk memproduksi perlengkapan makanan.
      -Food Save, yaitu logo contreng artinya makanan atau minuman tersebut aman tidak terkontaminasi bahan-bahan kimiawi.
      -Merek dagang yang Paten, Logo M (trademark) atau R (registered) artinya produk tersebut sudah terdaftar dan terjamin keasliannya.

      B.4 Bahaya Kantong Plastik bagi seluruh Kehidupan di Dunia
      MEMICU PERUBAHAN IKLIM
Dari proses produksi, konsumsi, hingga pembuangannya menghasilkan emisi karbon yang tinggi sehingga berkontribusi terhadap perubahan iklim karena kondisi bumi semakin memanas. Sumber material kantong plastik yang terbuat dari minyak bumi, yang merupakan sumber daya alam tak terbarukan, mengakibatkan pencemaran lingkungan di negara-negara berkembang karena limbah pabriknya dibuang ke sungai dan pembakaran gas metana mengakibatkan emisi karbon ke udara.
      MENCEMARI LINGKUNGAN
Kantong plastik merupakan barang sekali pakai dengan kegiatan pasca-konsumsi yang tidak bertanggung jawab. Kantong plastik yang dibuang sembarangan bisa menyebabkan:
tersumbatnya selokan dan badan air;
termakan oleh hewan;
rusaknya ekosistem di sungai dan laut;
Karena sampah plastik (khususnya kantong plastik) tidak dikelola dengan bertanggung jawab, hal ini menyebabkan Indonesia “dituduh” sebagai penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia (Jambeck et al, 2015).
      BERBAHAYA BAGI MANUSIA
Kantong plastik yang dibakar bisa menyebabkan pencemaran udara dan gangguan pernapasan. Selain itu, kantong plastik yang digunakan sebagai wadah makanan berpotensi mengganggu kesehatan manusia karena racun pada kantong plastik bisa berpindah ke makanan.
      TERURAI SANGAT LAMA
Kantong plastik (dan jenis plastik lainnya) sulit terurai di tanah karena rantai karbonnya yang panjang, sehingga sulit diurai oleh mikroorganisme. Kantong plastik akan terurai ratusan hingga ribuan tahun kemudian. Kantong plastik yang diklaim ramah lingkungan pun akan terurai lama dan tetap akan menjadi sampah. Terlebih lagi karena sifatnya yang cepat terurai menjadi mikro plastik, akan lebih mudah untuk mencemari lingkungan.

      B.5 Butuh berapa lama Plastik dapat terurai dan hancur dengan tanah?
Menurut penelitian yang dilakukan oleh banyak Universitas dan forum lainnya, Plastik memiliki tingkat jarak tahun yang lama untuk dapat lebur/hancur/terurai antara 20-100 tahun di dalam tanah itu sendiri.

C. Bahan Styrofoam

Gabus Organik, sangat bisa diuraikan

     C.1 Macam Bentuk Gabus/Styrofoam
Macam bentuk gabus/styrofoam yaitu bulat, lonjong, segitiga, persegi dan sebagainya, gabus dewasa ini semakin sering digunakan bahkan untuk menadah makanan/minuman, baik panas/dingin. Styrofoam juga bisa kita lihat jika dari kita membeli barang elektronik yang memang diperuntuhkan untuk menyangga isi barang tersebut didalam kerdus, yaitu berwarna putih padat, serta ringan.

Lebih banyak digunakan di wadah bungkus makanan dan minuman

     C.2 Sejarah Gabus menjadi Styrofoam
     Gabus suatu bahan apung yang mempunyai kegunaan, kandungan udara dalam gabus menyebabkannya digunakan sebagai pengapung dalam jaket penyelamat tempo dulu. Kandungan udara dalam gabus menjadikan gabus sebagai isolator yang baik. Sebenarnya gabus berasal dari tumbuhan, sejenis kulit pohon, masa sekarang banyak digantikan dengan buatan manusia yang sudah sintetik dengan banyak campuran bahan dikenal dengan nama Styrofoam. Gabus yang asli, berasal dari kulit pohon tetap saja sangat dibutuhkan dan ramah lingkungan, sebab bahan yang asli atau organik mudah terurai dan tidak meracuni alam sekitar. Namun, umumnya masyarakat salah dalam memahami gabus, gabus dinilai merusak lingkungan sebab Styrofoam dan gabus terbuat dari bahan yang berbeda. Bahan gabus yang sekarang sudah sangat jarang ditemukan yang asli di kuasai oleh bahan baru sintetik dari kumpulan sel kecil yang dapat disatukan.

     C.3 Bahaya Styrofoam
     -Menimbulkan Penyakit
Bila dalam penggunaan Styrofoam ke makanan dan minuman maka partikel kimia yang terdapat di Styrofoam akan berpindah pada tubuh manusia, bahan kimia yang masuk tidak larut dalam air sehingga tidak dapat dibuang keluar, baik melalui urine maupun kotoran. Penumpukan bahan kimia dari Styrofoam akan membangkitkan sumber penyakit dalam tubuh kita salah satunya Kanker, bahkan WHO menyebutkan Styrofoam bahan penyebab kanker (karsinogen).
     -Tidak ramah lingkungan
Sebab, Styrofoam tidak bisa diuraikan oleh alam, dan akan menumpuk begitu saja sehingga mencemari lingkungan. Styrofoam yang dibawa kelaut akan merusak ekosistem dan biota laut, jangan hiraukan jika Styrofoam didaur ulang lebih bagus, salah, itu hanyalah Styrofoam lama yang dihancurkan dan dibentuk, diwarnai dan sebagainya membentuk Styrofoam baru. Dalam membuat Styrofoam saja pabrik sudah mencemari lingkungan bertahun-tahun.
     -Sifatnya Mikroplastik
Karena bahannya yang lentur dan terpecah-pecah, Styrofoam yang menjadi limbah disekitar kehidupan lingkungan kita akan dimakan oleh ikan, dan ikan yang kita konsumsi akan membawa sumber penyakit bagi kita, lagi-lagi baik Manusia dan alam sekitarnya akan terkena dampak buruk dari penggunaan Styrofoam.

Inilah bahan yang tak dapat terurai

     C.4 Butuh berapa lama Styrofoam dapat terurai dan hancur dengan tanah?
Jika Plastik sudah kita kategorikan sebagai bahan yang sulit terurai, maka Styrofoam sudah bukan lagi sulit, tapi memang bahan ini tidak akan terurai/hancur dan sebagainya di dalam tanah. Sebab materi dalam Styrofoam inilah yang membuatnya sulit karena banyaknya rantai partikel dalam suatu Styrofoam.

D. Penutup
Karena penjelasan diatas sudah cukup untuk membuka Ilmu kita, maka yang diharapkan ialah kesadaran kita untuk menyikapi apa yang telah kita ketahui dari Ilmu ini untuk kehidupan minimal diri kita sendiri. Kiranya, ada aksi dari kita masing-masing untuk bisa merubah dan berkomitmen mengurangi pengunaan bahan Plastik dan Styrofoam untuk kelangsungan hidup kita yang baik. Siapapun menginginkan Bumi kembali sejuk dan Asri seperti ratusan tahun lalu yang belum banyak mengenal perubahan dan penemuan yang sesungguhnya salah digunakan oleh manusia, untuk itu mari kita menggunakan Ilmu Pengetahuan sebagai jendela Pikiran yang tak ada batasnya untuk suatu peristiwa kehidupan lebih baik. With Gratitude Corani~



🌴 ⛅ ðŸ™‹

Komentar

Postingan Populer