City of Conflict

Negara-Negara Konflik

Prologue:
             Konflik seringkali terjadi di dalam kehidupan Masyarakat, dalam Teori yang dikemukakan oleh Karl Marx - Habermas bahwa Konflik muncul dari Paradigma suatu pemikiran terhadap peristiwa dan kasus-kasus yang tak sesuai dengan kehidupan Masyarakat semisalnya: Korupsi, Monopoli, dan Kekerasan. Maka dalam hal Ini, suatu konflik akan membuat suatu permasalahan yang menyusahkan serta membuat perpecahan baik dalam jangka waktu singkat maupun jangka waktu cukup panjang. Dalam teori yang dikemukakan ini juga disebutkan "harus" ada pihak yang "mau" berkorban demi setidaknya Penyelesaian, atau jika dibutuhkan untuk suatu Perdamaian. Namun, dalam hal ini, para pemikir zama dahulu juga mengatakan Konflik memang akan selalu muncul dalam kehidupan manusia skala kecil maupun besar, bersinggungan hal apapun, baik mengenai Agama, Pekerjaan, atau pun Wilayah tempat tinggal, akan segala hal dapat menimbulkan konflik, jadi tidak akan pernah suatu konflik selesai dalam kehidupan bermasyarakat. Tapi tingkat memperbaiki persoalan (Konflik)  bisa dilakukan dengan berbagai cara semisalnya: Musyawarah 2 pihak, Demokrasi jika konflik tersebut seperti menyangkut kekuasaan wilayah untuk mengetahui pemimpin yang dipilih, atau dengan cara apapun. Konflik sendiri banyak merugikan semua umat Manusia, seperti:
- Menelan Nyawa Manusia
- Merusak Bangunan kuno sebagai Sejarah
- Menghancurkan wilayah/tempat tinggal sebagai Hak Hidup seorang Manusia
- Meninggalkan Trauma dan Ketakutan
- Memecah-belah kesatuan dalam suatu Wilayah
Dan masih banyak lagi dampak suatu Konflik yang terjadi, apalagi ini menyangkut Konflik antar negara atau antar wilayah. 


Berikut Negara-Negara atau Wilayah Konflik yang sedang Terjadi:

1. Korea Selatan - Korea Utara
    Perang terhadap kedua Negara ini dilihat ketika Korea (Utara - Selatan) mendapatkan Kemerdekaannya dari Jepang. Jepang yang pada PD II menjadi Negara penguasa wilayah Asia yang menamakan Kakak Tertua ini akhirnya pada 1900-an memberikan Kemerdekaan. Namun, Wilayah Korea terpecah menjadi dua wilayah, Korea Utara dipimpin oleh Dinasti Kim Family sejak saat itu, Korea Utara mengusung Sistem Pemerintahan Absolut, hanya Keturunan Kim Family yang bisa memimpin, serta para Menteri, Prajurit, Masyarakat tidak memiliki hak bicara. Pemerintahan bisa saja menangkap siapapun tanpa kesalahan apa-apa dan menghukum mereka tanpa bukti kuat. Korut menyimpan banyak keraguan pada masyarakatnya sehingga terkesan menakutkan. Namun apa permasalahan Korut dan Korsel ini? Yaitu karena tahun 1950 Militer Korut menginvasi Korsel sehingga menimbulkan jutaan manusia yang mati, kerusakan dimana-mana, sehingga timbul kekesalan Korsel pada Korut, tahun 1953 gencatan senjata terjadi namun Perjanjian Perdamaian tidak pernah ditandatangani oleh kedua Negara ini sehingga permusuhan tetap terjadi hingga saat ini.

1952

2. Rusia - Ukraina 
    Pada 2014 Presiden Ukraina saat itu Petro Porosehenko mengatakan pada pihak Barat bahwa mereka mendukung Invansi Militer Rusia ke wilayah Ukraina setelah Kiev kehilangan kendali di kota Novoazovsk. Tujuan Kiev saat itu pada Uni Eropa dan Amerika untuk dapat berpartisipasi dalam Konflik Ukraina-Rusia, namu Pihak Barat tidak menginginkan hal tersebut, sehingga muncul adanya keterlibatan pihak Barat dalam konflik yang menjatuhkan pasukan dalam pertempuran melawan kelompok separatis, disamping itu juga Ukraina sedang mengalami krisis Ekonomi. Serta muncul perdebatan Rusia juga ingin menguasai wilayah Ukraia akibat sedang banyaknya persoalan dalam negara tersebut, namun pihak Rusia membantah. Di Ukraina pada 2014 menewaskan 4.707 orang.

2013

3. Sudan
    Negara ini menjadi wilayah yang tak henti-henti timbul konflik, ketegangan Politik dan juga diikuti Perang masyarakat Sipil. Keadaan yang tak nyaman juga timbul karena ketidakadilan Pemerintah dengan mencabut subsidi BBM di tahun 2013. Hal ini membuat adanya aksi demonstrasi dengan diwarnai kekerasan kawasan Afrika Utara. DFAT mengatakan Ancaman serangan terorisme tinggi di wilayah Sudan. Keterpurukan dan juga Kekerasan atar Etnis juga yag menjadi salah satu munculnya persoalan yang tak henti-henti menerpa Sudan. Perang saudara, antar suku yang memecah-belah, akhirya menyebabkan Pemisahan dari bagian Selatan Sudan menjadi Sudan Selatan. Tingkat Kemiskinan yang cukup tinggi serta peningkatan kelahiran juga menjadi salah satu rumitnya konflik Sudan, belum lagi adanya Praktek Perbudakan yang memperburuk kondisi Sudan.


4. Suriah
    Suriah jadi negara paling tidak aman sedunia. Perang saudara berkecamuk antara kelompok pemberontak lawan rezim Bashar al Assad. Untuk atasi konflik, pemerintah gunakan cara brutal dan senjata kimia. Situasi politik ini disalahgunakan, antara lain oleh ISIS. Ratusan ribu orang tewas sejauh ini. Tiap tahun Institut Ekonomi dan Perdamaian (IEP) publikasi Global Peace Index. Peringkat dibuat berdasarkan 22 indikator, antara lain konflik ekstern dan intern serta korban tewas. Semakin tinggi skor, semakin berbahaya. Sedangkan Skor Irak (GPI:3645). Konflik di Suriah juga belum surut. Seperti di Irak, pemerintah setempat dan koalisi internasional berusaha melawan kelompok militan ISIS. Tercatat sekira 76.000 orang tewas karena pertempuran itu. Jumlah tersebut bisa terus bertambah karena perang masih berlangsung. Sudah cukup banyak pemberitaan media tentang konflik berkelanjutan di Suriah. DFAT memperingati  warga negara Australia tentang keadaan berbahaya di Suriah dikarenakan konflik militer, dan juga adanya penculikan pekerja LSM. Namun, tetap ada banyak warganegara Australia yang pergi ke negara ini, dan sebagian terlibat dalam konflik.


5. Benua Hitam (Wilayah dalam Afrika)
    Konflik di wilayah Afrika sangat banyak, contoh yang sudaha dituliskan dalam tulisan ini ialah Sudan, Perang di Republik Afrika Tengah pada 2014 menimbulkan 3.347 orang tewas. Negara ini merdeka dari Perancis 1960, setelahnya dikuasai rezim militer. Pemilu pertama diadakan 1993, tapi gagal menciptakan stabililitas. Pemerintah, kelompok Kristen dan Islam adu kuat memperebutkan kekuasaan.Jumlahnya naik dari 2.364 pada 2013, namun beberapa Konflik Negara di wilayah Benua Hitam ini yang bisa dipaparkan:
- Somalia
Negara di kawasan Afrika Timur ini baru-baru mendapat cap travel warning karena serangan-serangan teroris. DFAT meminta agar warganegara Australia tidak berpergian ke sana karena adanya konflik bersenjata, dan tingkat kejahatan dengan kekerasan tinggi, seperti penculikan. Konflik di Somalia menewaskan 4.447. Catatan itu lebih banyak ketimbang 2013 yang menewaskan 3.153. Kelompok militan Al Shabaab sering menargetkan bangunan resmi dan politikus di ibu kota Mogadishu dalam upaya untuk menggulingkan pemerintah yang didukung Barat. Somalia tidak punya pemerintahan definitif, dan jadi tempat ideal bagi tumbuhnya kelompok radikal. Somalia dilanda perang saudara sejak 1991. Perang menyebabkan negara dilanda kemiskinan dan intervensi internasional memicu situasi tambah buruk. 
- Nigeria
Nigeria menjadi konflik mematikan keempat di dunia. Pertempuran antara Boko Haram dengan pasukan Pemerintah Nigeria sudah menewaskan 11.529 orang. Sampai saat ini, konflik itu masih berlangsung. Baru-baru ini, ada kabar baik tentang pembebasan empat warga negara Perancis yang diculik oleh organisasi Al-Qaeda in the Islamic Maghreb. Namun masih ada resiko tinggi terkait kejahatan dan penculikan di negara ini. 

Korban Pengeboman

- Kongo
konflik di Republik Demokratik Kongo terjadi pada 2013. Sebanyak 1.235 orang tewas akibat perang tersebut. Namun, jumlah itu jauh lebih sedikit dari sebelumnya yang mencapai 1.976 orang tewas. Setelah digulingkannya rezim otoriter di negara itu, tepatnya sejak 1997 negara selalu dilanda perang saudara. Lebih dari 5,5 juta orang tewas akibat perang atau situasi yang diakibatkan perang. Pengungsian besar-besaran sebabkan penyebaran penyakit berbahaya seperti malaria. Di samping itu kurang gizi menyebar luas. 


6. China - Jepang
    Jepang dan China merupakan kedua Negara yang Mempunyai dampak besar bagi banyak wilayah disekitar atau negara lain. Semisalmnya China yang menjadi negara mandiri dengan Produksi dalam negerinya yang juga menguasai produksi barang apapun diluar wilayah China. Begitu halnya dengan Jepang, Negara ini memiliki kekuatan dalam hal teknologi modern yang bisa dimiliki dan diminati oleh negara-negara lain. namun Konflik dari kedua negara ini merupakan Konflik yang sering terjadi pada Negara tetangga, yaitu sengketa wilayah Kepulauan Senkaku serta konflik historikal sejak dulu antara kedua negara ini. Kepulauan Senkaku yang menjadi objek perebutan antara Cina dan Jepang (juga Taiwan) merupakan kepulauan seluas 7 km2 yang terletak pada pada 175km dari utara Pulau Ishigaki (Perfektur Okinawa), 190 km timur laut Taiwan dan 420 km dari timur daratan Cina. Perebutan pulau ini terjadi sejak berakhirnya Perang Dunia II hingga sekarang. Baik Cina maupun Jepang sampai saat ini belum menemukan titik terang dalam menyelesaikan konflik Kepulauan Senkaku. Namun, Konflik ini juga karena adanya National Interest dari kedua negara yang merasa sama-sama kuat dalam hal apapun, sehingga merasa berhak atas apa yang diinginkan, pihak barat pun seperti Amerika yang beraliansi dengan Jepang mengatakan siap jika China membuka peperangan dengan Jepang.


7. Pakistan - India
   Sejak kemerdekaan tahun 1947, Pakistan sudah berperang tiga kali dengan India. Ini melemahkan ekonominya. Situasi politik yang tidak stabil dan kekuasaan militer membuat situasi tambah buruk. Pakistan kerap digunakan terorisme sebagai basis. Konflik di India terjadi sejak 2013. Pada 2014, sumber menjelaskan sebanyak 976 orang tewas karena perang tersebut. Terdapat tiga perang utama dan satu perang kecil antara kedua negara, serta beberapa perkelahian dan pertikaian di perbatasan. Casus belli tiap perang ini disebabkan oleh wilayah Kashmir yang diperdebatkan, dengan pengecualian pada Perang India-Pakistan 1971 yang disebabkan oleh masalah wilayah Pakistan Timur. Pemisahan India muncul pada masa pasca Perang Dunia II, saat Britania Raya dan Kemaharajaan Britania berhadapan dengan tekanan ekonomi akibat perang dan demobilisasinya. Adalah maksud mereka, yang berharap untuk berdirinya sebuah negara muslim, untuk datang dari Kemaharajaan Britania untuk mendapat pemisahan yang bebas dan setara antara "Pakistan" dan "Hindustan" saat kemerdekaan muncul. 

1965

8. Israel - Palestina
    Konflik kedua Negara ini sesungguhnya keegoisan dari kedua belah pihak untuk mementingkan kekuasaan, luas wilayah yang menurut mereka strategis namun tidak sesuai dengan hukum yang menimbulkan banyak sanksi. Konflik Palestina - Israel yang telah berlangsung selama ribuan tahun menjadi konflik paling populer yang layak jadi pemuncak daftar ini. Terlepas dari sejarah sengketa yang berbasis agama, konflik kedua negara di era modern dimulai pasca PD 2 dan genosida yang dilakukan Nazi terhadap bangsa Yahudi. Ketika kamp-kamp konsentrasi Yahudi dibebaskan, ribuan Yahudi yang memerlukan tempat tinggal berbondong-bondong secara massal ke Palestina yang ketika itu populasinya didominasi bangsa Arab. Konflik pun mulai pecah dan PBB mencoba menengahi dengan mengajukan Rencana Pembagian Palestina menjadi dua negara terpisah, masing-masing satu untuk bangsa Arab dan Yahudi dengan Yerusalem sebagai kawasan netral yang berada di bawah pengawasan PBB. Pada 14 Mei 1948 bangsa Yahudi mendeklarasikan kemerdekaan sekaligus mendirikan negara Israel. Keesokan harinya, Mesir, Syria, Lebanon, dan Iran menggempur Israel yang menandakan dimulainya Perang Arab-Israel. Setahun kemudian diberlakukan gencatan senjata dan perbatasan sementara ditetapkan. Yordania mengambil alih wilayah Tepi Barat dan Yerusalem Timur sedangkan Mesir menguasai Jalur Gaza. Masalah berikutnya muncul pada tahun 1956 saat Krisis Terusan Suez ketika Israel yang dibantu Spanyol dan Inggris menginvasi Semenanjung Sinai. Pada tahun 1966, hubungan Dunia Arab dengan Israel semakin memburuk yang berujung pada pecahnya Perang Enam Hari pada tahun 1967. Setelah perang usai, Israel berhasil mengambil alih Jalur Gaza dan Semenanjung Sinai dari Mesir, Tepi Barat dan Yerusalem Timur dari Yordania serta Dataran Tinggi Golan dari Syria. Enam tahun kemudian, Perang Yom Kippur pecah dan hubungan Israel dengan negara-negara Arab semakin memburuk. Tahun 1988, Palestine Liberation Organization (PLO) mendeklarasikan berdirinya negara Palestina namun mereka tidak memegang kontrol wilayah Palestina. Sejak saat itu, PLO terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina berdasarkan perbatasan yang pernah ditetapkan di tahun 1967. Saat ini, Liga Arab, dan sebagian besar negara-negara di Amerika Selatan, Afrika dan Asia mengakui negara Palestina. Sedangkan negara-negara Eropa dan Amerika Utara bersikap sebaliknya. Tahun ini PBB berencana menyelenggarakan pemungutan suara mengenai status negara Palestina. 

2013

9. Irak (Melawan ISIS)
    Irak dianggap rawan akan kegiatan terorisme, dikarenakan ada peningkatan kegiatan pemberontakan. Setelah penggulingan Saddam Hussein 2003, Irak tidak pernah tenang. Sekarang Irak harus hadapi kelompok teroris ISIS (Islamic State) yang memperluas kekuasaan di wilayahnya dan di Suriah. ISIS sekarang berhasil bercokol di Mosul, Tikrit, Falluja dan menguasai sejumlah ladang minyak. Perang melawan ISIS juga sangat dahsyat di Irak, sebab telah menelan puluhan ribu Masyarakat sipil, Militer dari berbagai Negara serta banyak menghancurkan bangunan bersejarah. Perang di Irak melawan Isis sangat besar dampaknya yang ditimbulkan, yaitu anak-anak mati kelaparan, terkena serangan bom, peluru, dan meluasnya Migrasi gelap yang mati tenggelam dan mencari suaka diluar wilayah kekuasaan Isis dan Irak sehingga mereka sulit untuk mencari tempat aman. Banyak dari pihak negara lain dan negara islam lainnya untuk mengehentikan peperangan ini, namun, pihak ISIS pun tidak ingin melakukan gencatan senjata malah menjaring banyak orang untuk kepentingan kelompok tersebut dan menimbulkan peperangan bagi kalangan apapun. ISIS membuat peperangan pada negara Barat khusunya karena bagi mereka, dengan mendirikan Negara Islam dan menghapuskan manusia yang tidak ingin mengikuti keinginannya lebih baik dihapuskan atau dilenyapkan. Inilah yang dikecam keras PBB dan Orgaisasi kemanusiaan untuk membuat pihak barat tegas menuntaskan Organisasi keras ini untuk kehidupan masyarakat disana.


Epilogue:
            “Kekerasan adalah senjata orang yang jiwanya lemah.”

― Mahatma Gandhi


Salam Damai 👌

Komentar

Postingan Populer