Puisi 18
Saat Berbisik
Jangan bicara saat marah
Jangan menangis ketika sendiri
Jangan tertawa saat menerima hadiah
Jangan marah ketika gagal
Jangan diam ketika dituduh
Jangan menyerang saat kau sedang tertidur
Satu detik ialah anugerah
Seribu detik ialah matematika
Kamu tahu arti bersyukur?
Hidup-Mu diuntungkan dengan itu
Kamu tahu hidup rumit?
Kamu akan memecahkannya menjadi riang
Ruang kosong akan jadi damai
Ruang ramai akan membentuk aman
Tembok-tembok besi menjadi angin
Gulungan api kemudian padam oleh air mata
Sejak tadi, luka basah jadi kering
Akan menyembuhkan sakit-penyakit Mu
Dan hanya berdoa pada yang maha Kuasa
Khawatir-Ku kalah oleh Percaya-Ku
by Corani (Cory Sarah Yohani Sibarani)


Komentar
Posting Komentar