Puisi 17

-Cinta di Minggu ke 3-

Hari ini aku melihat titik air di jendela
Hembusan angin yang mengajak-Ku
pada waktu yang tak pernah terpikirkan sebelumnya
Warna hitam dan perak di langit
Gabungan yang manis untuk Ku simpan dalam memori

Ku lihat Pria 20 tahun itu dalam pejaman mata
Dia sungguh nyata memalingkan konsentrasi-Ku

Sekali lagi, bukan dalam lamunan, aku melihatnya
Aku tidak terlelap, aku tetap bersandar di tumpukan beruang kapas

Matanya tidak bisa menipu-Ku
Berkali-kali berpaling dari hadapan-Ku
Aku tetap bisa mengingatnya
Aku ingin dalam hidup melihat mata-Mu
Selamanya bisa mencium kelopak halus itu
Selamanya bisa berbagi mimpi dan nyata
Dengan Mu

Masih minggu ke-3
Usia-Ku belum genap 20 tahun
Cara Mu membuat setiap hari ini semakin rindu
Apa yang perlu ku katakan pada Cinta yang ada saat ini

Guyuran titik air semakin deras
Tidak 1 atau 2 jam, sejak pagi hingga sore
Tidak ada yang ku lakukan selain berbenturan dengan-Nya
Usia kita memang masih mencari .. yang tak ada
Aku ingin memutuskan bersama-Mu .. selamanya
Ibu Ku dan Saudari Ku tertawa dan tak melihat ada kesungguhan

Mimpi
Itu yang mereka jabarkan
Aku membuka mata, masih saja basah di luar
Aroma air panas berwarna pekat dengan campuran butiran manis
Ku tengok
Ternyata hanya ada Ayah di belakang punggung-Ku dengan Korannya
Tak satupun ada yang peduli pada Hujan di luar

Ku tengok sisi kiri, Ibu Ku tertidur pulas dengan selimutnya
Mendengkur dengan air muka lelah
Saudari Ku sibuk keluar, untuk mencari gedung ber-AC
Mencoba mencari transportasi yang mau mengangkutnya
Semua sibuk

Aku kembali sadar, ku lihat dia sekali lagi
Ternyata aku tidak begitu sadar
Aku baru saja menghabiskan waktu
Menggantikan waktu tidur Ibu-Ku dan kini aku baru saja terbangun
Hanya hujan lah yang Nyata di antara Mimpi itu
Aku ragu .. tapi aku tahu .. Cinta ini tidak ragu

by Corani (Cory Sarah Yohani Sibarani)

Komentar

Postingan Populer