Laporan end of 2017
Dari Ikan hingga Terompet khas menyambut Tahun Baru
oleh Corani
Di lokasi ini, yaitu Alur laut, Jakarta Utara sudah lebih dari 15 tahun para penjual ikan dan terompet berjejer menjual barang dagangannya pada tanggal 31 Desember. Mereka mulai memadatai sepanjang trotoar Alur laut sejak 30 Desember, namun khusus penjual Ikan hanya menjual sejak tanggal 31 Desember.
Baik penjual Ikan dan terompet mereka menjual dagangannya antara pukul 2 siang hingga 9 malam. Pak Koeswar, pekerjaan asli sebagai tukang tambal ban di daerah Pasar Ular menjadi penjual dadakan terompet selama 1 hari. Harga yang Pas Koes tawarkan dari terompet kecil biasa 9rb dan terompet besar dengan banyak hiasan dikenai harga 35rb.
"Sepi sekarang, gak kaya dulu. Saya cuma bantu anak jualin dagangannya disini, anak saya di sana (Pasar Ular Plumpang)"
Kegigihan Pak Koes yang bekerja dari Pagi hingga Malam membuat tidak terbebani, ia sudah tidak ada lagi Istri, namun ia tetap semangat dalam menjual Terompet dadakannya tiap akhir tahun.
Hal lain pun, penjual ikan disini menjual ikannya dari Kembung, hingga Kakap kepala Merah, harganya pun dibanderong cukup tinggi. Kepala kakap saja tanpa badan ukuran standart dikenai harga 85rb hingga 100rb. Menurut penjual Ikan, dia menjual ikannya di trotoar Alur laut sudah sejak 2004, namun pekerjaan aslinya menjual Ikan di Pasar Komplek, Rawa Badak, Jakarta Utara, dengan ditemani oleh saudaranya di kanan-kiri yang juga berjualan Ikan, Ibu ini tetap ramah pada penjual dan pada Saya yang hanya menumpang lihat. Namun, jauh sebelum itu, banyak kabar mengatakan penjualan Trompet diharamkan berdasarkan issue-issue yang tersebar menyebut, meniup terompet sama dengan kebiasaan orang Yahudi yang ditolak oleh kaum muslim. Maka itu, dari pengamatan saya di tempat ini, sangat sedikit yang menjual terompet, bahkan hanya satu orang saja, berbeda dengan penjual Petasan dan Ikan.
Bahkan, sebelum tahun baru, hujan mengguyur sejumlah daerah di Jakarta dengan lebat seakan ikut menyambut 2018.
oleh Corani
Di lokasi ini, yaitu Alur laut, Jakarta Utara sudah lebih dari 15 tahun para penjual ikan dan terompet berjejer menjual barang dagangannya pada tanggal 31 Desember. Mereka mulai memadatai sepanjang trotoar Alur laut sejak 30 Desember, namun khusus penjual Ikan hanya menjual sejak tanggal 31 Desember.
Baik penjual Ikan dan terompet mereka menjual dagangannya antara pukul 2 siang hingga 9 malam. Pak Koeswar, pekerjaan asli sebagai tukang tambal ban di daerah Pasar Ular menjadi penjual dadakan terompet selama 1 hari. Harga yang Pas Koes tawarkan dari terompet kecil biasa 9rb dan terompet besar dengan banyak hiasan dikenai harga 35rb.
"Sepi sekarang, gak kaya dulu. Saya cuma bantu anak jualin dagangannya disini, anak saya di sana (Pasar Ular Plumpang)"
Kegigihan Pak Koes yang bekerja dari Pagi hingga Malam membuat tidak terbebani, ia sudah tidak ada lagi Istri, namun ia tetap semangat dalam menjual Terompet dadakannya tiap akhir tahun.
Hal lain pun, penjual ikan disini menjual ikannya dari Kembung, hingga Kakap kepala Merah, harganya pun dibanderong cukup tinggi. Kepala kakap saja tanpa badan ukuran standart dikenai harga 85rb hingga 100rb. Menurut penjual Ikan, dia menjual ikannya di trotoar Alur laut sudah sejak 2004, namun pekerjaan aslinya menjual Ikan di Pasar Komplek, Rawa Badak, Jakarta Utara, dengan ditemani oleh saudaranya di kanan-kiri yang juga berjualan Ikan, Ibu ini tetap ramah pada penjual dan pada Saya yang hanya menumpang lihat. Namun, jauh sebelum itu, banyak kabar mengatakan penjualan Trompet diharamkan berdasarkan issue-issue yang tersebar menyebut, meniup terompet sama dengan kebiasaan orang Yahudi yang ditolak oleh kaum muslim. Maka itu, dari pengamatan saya di tempat ini, sangat sedikit yang menjual terompet, bahkan hanya satu orang saja, berbeda dengan penjual Petasan dan Ikan.
Bahkan, sebelum tahun baru, hujan mengguyur sejumlah daerah di Jakarta dengan lebat seakan ikut menyambut 2018.
Happy New Year 2018
👊💖😊


Komentar
Posting Komentar