Laporan PN Features

Nasib Sial CALO Tilang PN Jakarta Utara versus Pelanggar yang Berhasil
(Jakarta) 27 November 2017


Sidang Tilang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Jalan Gajah Mada no. 17 pada tanggal 3 November 2017 merupakan sidang terakhir periode 2017. Adek, pelanggar kasus tilang berusia 28 tahun, mendatangi PN Jakarta Utara sejak jam 9 Pagi.

 

       Menurut pengakuannya, ini kali pertama Adek menjalani sidang tilang dan pertama kalinya ia terkena tilang oleh seorang polisi di wilayah Sawah Besar, Jakarta Pusat. Lalu apa yang sebenarnya terjadi? Adek, dengan jilbab putih bergaring kuning ini bercerita, awalnya ia diantar oleh Pacarnya dari kediaman rumahnya di Kebon Kacang, Jakarta Pusat, untuk ke Pengadilan Negeri. Ia pun masuk sendiri, karna hari itu ialah hari Jumat, ia pun mengambil hari cutinya untuk mengurusi SIM yang ditahan.
       Namun, ketika kerumunan orang memadati PN Jak-ut eks PN Jakarta Pusat. Menurut dia ada seorang yang menanyai dia ketika tiba dengan wajah yang manis dan terlihat ramah. "Misi kak, mau ambil kan? 150 untuk 10 menit, tapi kalau 200, saya datang ke loket di sebelah sana (sambil menunjuk ke suatu sudut) bisa langsung kakak pulang tanpa ribet .." kata Adek, Pria tinggi dengan tas ransel kecil, berjaket kulit coklat terus menawari dia dengan senyuman dan keakrabannya. "Dia nawarin terus, saya bingung kan .. ini pertama kali saya sidang sama ketilang. Pas di tilang di Sawah besar, saya inget STNK saya lupa saya bawah, karna di tas yang lain. Sedangkan sim, ada di dompet, kalau dompet selalu saya bawa, jadi gak akan lupa, yaudah saya kena deh (tilang)."
       Saya pun mengamati para calo dengan memegang surat tilang yang mirip, tapi menurut banyak pelanggar tilang yang saya tanya, itu ialah Calo yang sedang coba-coba. Saat saya tanya Adek, apakah dia menerima tawaran itu?
"Enggak .. saya tolak mentah-mentah, saya ikutin prosedur persidangan, lihat nama di papan yang udah kesedia dengan kertas yang udah copot sana-copot sini, pembacaan dakwaan, urusin ke loket, denda gue gocap doang (50 rb), tapi memang pas ditawarin dengan melihat suasana rame dan belum paham rasanya mau aja kasih 150 ke mas tadi, tapi kata pacar saya, tanya semua sama polisi, gak usah ke sana-sini."


       Di satu sisi, salah satu Calo ada yang saya tanyakan mengenai kegiatan yang ia lakukan. Bernama Hari, usia 33 tahun, karyawan perusahaan Cat di Bogor. Ia melakukan Calo ini sebenarnya jika dalam kebutuhan sangat mendesak dan sangat butuh uang cepat. "Saya butuh uang cepat sih mbak kalau kaya ginian (menjadi Calo) karna istri udah mau lahiran, siapa tahu kan pengadilan setiap hari bisa hasilin 700 sampai 800 bisa saya bantu dikit sama gaji buat persalinan. Kalau gak ada keperluan mendesak juga gak perlu kaya gini, apalagi nyopet." Hari yang juga tinggal di Bogor hari itu hanya berhasil merayu 1 orang pelanggar tilang dengan bayaran 120rb.
        "Dapat 120rb, senin kesini lagi .. anak saya kemungkinan sih tengah bulan lahir." jam sudah menunjukkan pukul 14:40, dan kerumunan semakin berkurang, parkiran motor pun mulai lengang. Kesempatan para Calon di lain hari menanti, tapi kesiapan pelanggar Tilang harus di antisipasi.

 

Komentar

Postingan Populer