Laporan RSCM-Features

Memilukan, Pemuda asal Jawa Barat yang mengadu nasib di Jakarta dan mati di Jakarta


                 (Jakarta) Nasib sial menimpa pria jenaka dan ramah dikalangan pekerja kuli bangunan di wilayah Cikini, Jakarta Pusat. Imron (18) yang masih bugar dan muda ini harus menemui ajalnya ditempat ia dimana mencari nafkah untuk menghidupi dirinya yang sebatang kara, ia pun hanya menumpang di petakan kamar milik teman sesama kuli bangunan bernama Aziz. Oir sapaan akrabnya diketahui sebagai kuli berusia paling muda di Rukan wilayah Raden Saleh Raya, Oir yang dikenal dengan kebaikannya yang sering memijat dan membelikan titipan makanan para teman-temannya ini ditemukan tak lagi bernyawa sesaat ia terjatuh dari bangunan lantai 4, Aziz yang segera memeriksa posisi bunyi jejatuhan mendatangi dan tersentak dengan apa yang ia lihat. Benar saja, Oir sudah mati dengan badan membiru dan beberapa luka akibat benturan bata, Aziz tidak yakin dengan apa yang ia lihat, segera ia memanggil teman-temannya yang sedang beristirahat meminum kopi untuk melihat apa yang barusan mereka dengar. 
                     Empat orang mengantarkan tubuh kakunya ke RS Cipto Mangunkusumo, sebab Aziz tahu akan ada penolakan jika Oir diserahkanke RS Cikini atau sekitarnya, segera dengan mobil pick-up milik sang Mandor membawa Oir ke RSCM. Kejadian itu diyakini sudah pukul 3 sore, jadi jalanan pun sudah menunjukkan kemacetan yang cukup padat dan tentunya meresahkan ke-4 orang yang membawa Oir. Benar saja, sudah lebih 15 menit hingga sampai pada gedung Rumah sakit Cipto, Oir diketahui dokter dan perawat telah menghembuskan nafas terakhirnya sesaat setelah jatuh. AM dengan keringat dan sesekali menyeka air matanya menceritakan betapa Oir yang ia anggap adiknya memiliki hati yang baik dan perilaku jenaka, ia pun menuturkan betapa perjuangan sebatang kara Imron dari kawasan Jawa Barat hingga ke Jakarta dengan menumpang losbak pengangkut kacang-kacangan untuk dapat mencari pekerjaan di Jakarta. 
             Aziz menceritakan bahwa Imron di Jawa Barat tinggal dengan keluarga juragan kacang kedelai yang kejam dan pelit. Imron sejak kecil tidak memiliki orang tua, ia memiliki adik dan kakak namun dipisah untuk dapat dititipkan oleh siapa saja yang mau, sebab usia saudara-saudara Imron ketika ditinggal Ibu dan Ayahnya masih kecil. Imron pun di asuh oleh Juragan kacang kedelai, namun sering tidak dikasih makan secara manusiawi dan tidur dengan beberapa kuda miliknya, sehingga saat di suruh untuk menemani para pekerja pembawa kacang-kacangan ke Jakarta, ia pun kabur dan menjauh entah kemana hingga bertemu Aziz di wilayah Kenari Mas. “Dia itu kabur sejak Januari lalu, sudah bekerja di (jalan) Pemuda sana, (jalan) di Kramat Raya, ahh udah banyak dah, nah ini pas butuh 2 orang, di kasih tau sama teman saya, mandor butuh 2 orang, ya saya ajak Oir ikut. 
                 Saya menyesal ajak dia, kalau ajalnya karena ajakan saya, saya kenal dia baru juga, dia suka ngelucu, suka bantu-bantu tetangga benerin apa kek, itu kek, ya rajin orangnya. Terusnya dia juga mau gitu nyapa, mau gitu berani negor orang, kagum saya, saya akui dia baik.” Aziz ketika mengenang sosok Imron sehabis di kubur di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat. Cerita lainnya, nasib apes pemilik gedung Endang Veronika (44) harus bersedia diusut dan disegel oleh garis polisi sebagai perintah pemberhentian sementara, dilain hal sang Mandor dan Aziz juga dimintai keterangan oleh Polsek Cikini atas peristiwa tersebut, untuk dapat menjelaskan rentetan peristiwa yang menimpa pemuda yang juga pekerja kuli bangunan, dan tanpa identitas bernama Imron. Sungguh memiluhkan nasib pemuda yang berjuang dari kekejaman keluarga asuhnya di Jawa Barat hingga sampai di kota yang sebenarnya tidak kalah kejam, Jakarta untuk terbebas dan mencari nafkah sendiri kehidupannya.

Laporan oleh Cori Yohani
Lokasi RSCM - Jakarta Pusat
Tanggal : Jumat/ 17 November 2017 (11:00 WIB)



Regards 😊 God Bless

Komentar

Postingan Populer