Sore hari bersama Indro Warkop
Antara Indrodjojo Kusumonegoro, Warkop DKI, dan lingkup kecil Indonesia
![]() |
| Tropi yang berada di ruang tamu kediaman Indro Warkop DKI |
Sosok ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi siapapun yang menikmati karya-karyanya dimulai era 1970-an hingga saat ini. Indrodjojo Kusumonegoro atau yang populer disapa Indro Warkop, pria yang lahir 8 Mei 1958 ini dikenal ketika memerankan sosok dibalik suara Pak Ijo pada kamis malam di radio Prambors hingga membentuk grup lawak paling populer saat itu yaitu Warkop DKI yang di singkat dari ketiga nama bentukan personel terakhir Dono, Kasino, dan Indro. Saat masa muda, profesi yang ia jalani tidak sedikit, dari mengisi acara mingguan di stasiun radio, menjadi pengisi acara dan pembawa acara perpisahan di sekolah maupun kampus-kampus, hingga membuat lagu dan mengisi acara di panggung teater dan lain sebagainya bersama kedua temannya yang telah tiada yaitu Dono dan Kasino.
Pada 3 Mei 2017 lalu, sore hari Saya berkeinginan untuk mewawancarai sosok legendaris dunia lawak Indonesia, kedatangan Saya tepat ketika Om Indro yang Saya sapa sepanjang wawancara sedang mengambil bagian iklan transportasi taxi saat itu. Ketika menuju pukul 5, barulah ia mempersilahkan ruang tamunya untuk Saya wawancarai.
Berikut Wawancara Saya dengan Indro Warkop
![]() |
| Suasana wawancara Saya dengan beliau yang mengenakan kaos bergambar Kasino dan juga Dono |
Cory : Selamat sore Om, apa kabar?
Indro : Sore,
baik.
C : Sedang sibuk dengan apa aja Om saat
ini?
I : Masih tetap
di Enterteiment, saat ini juga Saya sedang menjadi juri di Stand Up Comedy dan
mengediting Warkop Reborn yang kedua.
C : Mengenai Gubernur terpilih saat ini,
adakah harapan bagi Om Indro untuk Jakarta?
I : Gak ada. Saya
gak ada harapan apapun, entah ya, politik dapat berubah-ubah. Saya itu seperti Romo
Magnis. Saya tidak setuju yang lain, dan kenapa Saya memilih Ahok karena dia
terbukti dan anti korupsi. Deraan demi deraan tidak terbukti, bahkan ia membuat
sistem dimana jika membuat salah dan terbukti langsung dipecat. Ini perbuatan
moral, dan moral itu akhlak. Ini beda loh ya Indro secara individu dengan Indro
Warkop, Saya membedakan Indro Warkop membangun orang dan Indro secara
Individual mempengaruhi orang. Jadi Saya tidak memiliki harapan apa-apa, karna
saya tahu tujuan dan siapa orang-orang yang ada dibelakangnya ini.
C : Mengenai profesi Om Indro sebagai
pelawak, apa sih yang Om lihat dari pelawak sekarang dan dulu?
I : Kalau
sekarang lebih bebas. Namun secara keilmuwan lebih menurun, dan jumlah pelawak
lebih banyak, dengan berbagai tekanan dulu dan sekarang. Malah sekarang lebih
enak, karena sudah bebas maka sisi kualitas menurun. Kita masih berada di
prodak orde baru, masih ukuran fisik bukan moril.
C : Om Indro sebagai salah satu orang
yang memerangi Narkoba, apa yang dilihat dengan Public Figure yang sudah banyak
terjerat narkoba?
I : Keberhasilan
orang yang mencoba menjatuhkan bangsa ini. Ada dua hal yang harus kita perangi
di negara ini yaitu Narkoba dan Korupsi. Kedua hal ini ialah kriminalisasi
besar yang menyerang tatanan hidup yang mempengaruhi Negara. Dan Saya sedih,
kita harus keras memerangi kedua hal tadi.
C : Saat di Warkop DKI, apa saja kritik yang Om Indro dapat?
I : Banyak sekali, ketika Orde baru semua serba hati-hati. Ketika kita manggung di luar kota, di bandara para tentara sudah menunggu dan menghentikan kita untuk sekedar bertanya apa yang mau kita bicarakan saat manggung. Kekayaan intelektual lah yang membuat kita dapat bertahan, dan menyadari benar-benar ada dampak dari keberanian kita saat itu untuk bersuara.
C : Dengan mengeluarkan Buku "Main-main jadi bukan Main" dan Film adakah hal yang belum tercapai untuk merepresentasikan karya-karya Warkop atau Om Indro sendiri?
I : Sebenarnya sih kalau dilihat sudah, mungkin ada hal lain yang gak bisa Saya sampaikan secara detail. Namun, Saya ingin mengeluarkan buku Biografi yang dibentuk tetap komedi mengenai kami Pribadi mengenai sebuah perjalanan awal secara berbeda-beda hingga sampai bertemu.
C : Bagi Om dan Warkop siapa idola yang menginspirasi?
I : Ya, kami dari luar negeri mengidolakan Comedian Bob Hope, dia itu komedian sekaligus aktor. Kami lihat dia dari disiplinnya diatas panggung yang cermat dalam menampilkan sesuatu hal didepan banyak orang dengan paparan yang cerdik dengan intelegensi yang mampu terdeliver pada audience. Nah dalam penampilan panggung, kami mengidolakan The Beatles yang terlihat rapi diberbagai kesempatan sehingga terlihat menarik didepan audience, dulu tuh komedian aneh terlihat rapi (tertawa)
C : Om sendiri dalam keseharian senang berguyon atau cenderung serius?
I : Anak-anak sih waktu kecil melihat saya galak, tapi diantara teman-teman Saya, ya Saya bahkan di suruh becanda. Dan saat ini Saya bahkan tetap diajarkan hal-hal yang update seperti vlog, boomerang yang perlu Saya tahu juga, nah disinilah dibeberapa kesempatan Saya serius-tapi juga tidak sulit diajak becanda.
C : Om Indro sendiri pernah gak sih diajak oleh Parpol untuk bergabung?
I : Sangat pernah sekali, dan Saya menolak. Bahkan dulu dipaksa, diancam, sangat banyak ajakan dari yang halus sampai ya itu (diancam dibunuh) bagi Saya, tidak harus lewat politik untuk dapat memberikan atau mewakili suara kita.
C : Pertanyaan terakhir, apa harapan Om Indro untuk profesi yang Om jalani dan untuk Indonesia?
I : Waduh pertanyaannya berat banget kayanya nih .. Buat Indonesia Saya jelas, Saya ingin anak-cucu Saya, kalian semua menjadi pemimpin yang bijak, adil dan sangat paham dengan nilai-nilai yang telah diajarkan Bangsa ini. Mengapa? Karna (Pancasila) gagasan ini begitu besar, ketika diperkenalkan pertama kali dimata dunia oleh Soekarno. Betapa besarnya bangsa ini, kalau kamu melihat kamu bisa merinding dan kagum lihat itu. Dan untuk profesi yang Saya tekuni, Saya berharap lebih banyak lagi muda-mudi yang bisa menghasilkan karya yang semakin bagus, bisa ikut bersaing dengan luar negeri dan karya-karya yang di pasarkan di Indonesia bisa dinikmati dan menjadi tuan rumah sendiri seperti era 1970-an sampai 1980-an, intinya berkarya namun tetap ada nilai yang patut untuk disampaikan agar bisa diterima. Itu saja, Terima Kasih.
![]() |
| Mewawancarai beliau menjadi salah satu best opportunity bagi Saya |
Ketekunan serta ketulusan lah yang membuat Indro Warkop mampu melalui jalan terjal sebagai seniman yang sudah melewati 4 dekade lebih, dari apa yang Ia sendiri sampaikan dalam rangkaian wawancara, ia menekankan bahwa Ilmu pengetahuan serta skill yang kita miliki tidak cukup untuk mengasah talenta dan kemampuan kita yang lain, tapi jika kita ikut memperkuat moral dan memaknai nilai-nilai yang baik dari prinsip bangsa atau agama sendiri ajarkan, akan mampu membawa kita pada kesuksesan dan kebahagiaan sesungguhnya, bukan hanya untuk diri sendiri jika memang pantas semua orang akan menikmatinya.
Terima Kasih, semoga readers menyukai sesi wawancara Saya dengan Indro Warkop legenda hidup komedi Indonesia.
Regards





Komentar
Posting Komentar