Dari Wakil hingga Plt. Gubernur
Tanggal 09 Mei 2017 menjadi berita paling menarik di semua stasiun televisi Nasional, semua membahas keputusan Hakim dengan pasal 156a yang membawa Basuki Tjahaja Purnama menjadi tahanan dengan masa kurungan 2 tahun penjara. Ia (BTP) diyakini menodai umat beragama muslim dengan pidatonya di Pulau Seribu September 2016 lalu.
Lalu apa yang membuat Djarot menitihkan air mata pada Rabu 10 Mei 2017 di Balai Kota, Jakarta Pusat saat konduktor Addie MS menyanyikan lagu-lagu milik bangsa Indonesia? Berikut ungkapan Djarot Saiful Hidayat (Plt. Gubernur) dalam menyampaikan rasa haru dan terima kasihnya kepada partisipan yang ikut hadir di Balai Kota sejak pukul 6 pagi untuk ikut bernyanyi menyampaikan suara dan jiwa nasionalisme yang mencapai ribuan orang.

Ungkapan ini, sebatas Saya rekam dari telpon genggam, berikut kutipan Pak Djarot yang saya Simpan.
"Saudara-saudara Ku sekalian, sungguh, Pagi hari ini, merupakan satu kejutan bagi kita bersama. Bahwa setelah melalui berbagai macam peristiwa, saudara-saudara pada pagi hari ini berkumpul disini dengan tertib, damai, dan wajah yang penuh optimisme untuk menatap kedepan. Dengan berbagai macam peristiwa yang kita alami bersama menjadikan diri Saya dan mudah-mudahan diri Anda semua semakin cinta kepada Indonesia. Dinamika yang dilalui, kita semakin yakin, bahwa Pancasila lah yang menjadi dasar fondamen Republik Indonesia. Dengan Fondamen Pancasila itulah maka kita bisa merawat Bhineka Tunggal Ika, yang bisa menyatukan diri bangsa Indonesia, diri Saya dan kalian semua.
Oleh karena itu, tadi malam Saya bertemu dengan Pak Ahok, berdiskusi, dan Beliau berpesan, yang harus Saya sampaikan pada kalian semua. Kita menghormati dan menghargai apapun yang menjadi keputusan Majelis Hakim. Tetapi, perjuangan belum selesai. Apapun keputusan hakim harus kita terima dengan jiwa yang ikhlas, biarkan majelis hakim yang mempertanggungjawabkan itu, bukan hanya kepada umat manusia, tetapi juga kepada Tuhan. Mari kita biarkan Nurani kita yang berbicara, supaya betul-betul ditunjukkan mana keadilan, mana ketidakadilan, mana kebenaran dan mana kemungkaran.
Besok sodara kita umat Buddha memperingati Trisuci Waisak, yang juga mengabarkan suatu pesan. Bahwa Waisak memberikan damai, bagi seluruh mahkluk diseluruh alam ini, seluruh warga Jakarta dan seluruh warga Indonesia. Ini yang disampaikan Pak Ahok dan ini yang juga Saya minta, kalau kalian semua, cinta pada Pak Ahok, Jakarta dan Indonesia mari kita tetap rapatkan barisan berjalan dengan damai. Tidak boleh ada Anarkisme, dan tidak boleh menggangu warga yang lain, kita harus memberi contoh, menjadi teladan bahwa inilah kami semua warga Indonesia yang berideologikan Pancasila, dan menjunjung tinggi Bhineka tunggal Ika ... "
![]() |
| Foto blur yang diperbesar sedemikian rupa dari kejauhan |
Hal inilah yang memicu, Plt. Gubernur yang setlah keputusan Ahok, Mendagri langsung mengangkatnya sebagai Pelaksana Tugas Gubernur hingga Oktober mendatang, berpidato didepan warga yang bersala dari berbagai daerah untuk dapat menyampaikan pesan Damai dan ajakan Kebenaran serta semangat untuk menjaga keutuhan Republik Indonesia. Setelah masa Pilkada, kasus pidato Ahok di Pulau Seribu bergulir bagai bola panas, yang menyerang siapa saja. Menimbulkan ketidak harmonisan sana-sini bukan hanya di Jakarta, tetapi daerah lain di Indonesia. Permasallahan yang telah bergulir tidak mudah untuk diatasi, sehingga timbul terus isu SARA yang semakin hangat. Persaingan di Pilkada selesai dengan kemenangan calon no.3. Namun, nyatanya Politik tidak mau berhenti begitu saja, kasus ini berjalan, dan tidak henti-hentiny menjadi sorotan dan menjadi perbincangan yang sungkar untuk dihindari. Kasih yang dimiliki Djarot kepada Ahok tidak sebatas sebagai atasan, atau teman dalam politik, ia mengaku dalam perbincangannya dengan Rosi Silalahi di KOMPAS bahwa ia juga banyak belajar kebaikan dari Ahok yang ia anggap sebagai Sahabatnya. Inilah yang membuat air mata, dan getaran suara dalam isi pidatonya membuat semua yang hadir di balai kota ikut terharu.
Apakah berhenti perjuangan kita sampai disini, bangsa besar tidak akan pernah cukup puas, bagi Saya sendiri, perjuangan "pelayan" warga yang lurus perlu dipertahankan dan perlu untuk tetap di jalankan. - Corani
Sekian
with Gratitude
Corani




Komentar
Posting Komentar