PUISI 7
Sebatas Khayalan!
Menahan segala rasa itu tidak mudah
Apalagi menahan rasa malu
Tapi apakah ada rasa yang menyiksa selain rasa Rindu?
Apakah ada rasa yang begitu sakit untuk dirasakan selain Kehilangan
Bagaimana menjelaskan semua ini?
Pertemuan singkat itu memang tidak diduga
Pertemanan itu sekejap bagaikan kedipan mata
Tapi tidak bisa dilupakan ribuan waktu terlewat
Tak dapat di tebus oleh masa apapun
Jika ada mesin waktu, mungkin aku bisa menerimanya
Ada saatnya aku merindukan dia, tapi aku tak berani.
Aku tak berani melihat Rindu itu seperti apa
Terlalu takut bagi-Ku untuk sampai bisa membayangkannya saja
Berkhayal memang gratis, tapi tidak murah untuk membayar kenyataan
Terlalu sedih jika Kamu hanya sebagai khayalan dalam pikiran liar Ku saja
Sangat tidak rela jika aku harus terus berkutat di Khayalan tanpa kenyataan
Mengganggu sekali jika Khayalan itu seakan nyata
Babak tiap babak semakin seru untuk diikuti
Tapi lagi-lagi, semua hanya sebatas Khayalan
Aku menerka yang belum terjadi
Menilai yang tak ada sketsanya sama sekali
Melukiskan setiap kejadian layaknya seorang Sutradara
Aku terjebak di dunia ini dan berhenti di dunia ini
Sekilas, Kamu nyata Bagi-Ku. Selamanya kamu angan bagi-Ku.
Corani (Cory Sarah Yohani Sibarani)


Komentar
Posting Komentar