Komunikasi Politik
Komunikasi Politik
Apa itu komunikasi Politik? Apa saja yang menjadi bahan pokok lingkup
Komunikasi Politik? Dampak apa yang terjadi di dalam ilmu Komunikasi-Politik
baik di Indonesia dan Dunia? Komunikasi Politik dan Definisi menurut beberapa
Ahli di bidangnya.
Mari kita cari tahu :)
Komunikasi Politik ialah merupakan proses komunikasi yang
didalam proses tersebut membahas, menyuarakan, menggunakan, mencapai, dan
sebagainya yang menimbulkan komunikasi ke arah politik. Dewasa ini Komunikasi
Politik tidak hanya menjadi pembicaraan (komunikasi) untuk para Aparat negara
saja, di dalam lingkungan yang kecil (Sekolah menengah) dan bahkan lingkungan
yang contohnya (Warung kopi, Komplek perumahan, serta organisasi yang sama
sekali tidak pada jalur politik pun membahas sesekali Komunikasi Politik),
namun, itu tidak menjadi bagian yang dapat dikatakan sah, sebab Komunikasi
Politik sendiri dapat menjadi sarana mencapai suatu persoalan yang dimaksud
contohnya berkaitan pendidikan, ekonomi dan sebagainya, sehingga hal iu
disampaikan baik dengan secara langsung oleh aparat Negara ke pada pejabat
dibidangnya atau, oleh masyarakat awam melalui demonstrasi jika hal itu patut
untuk disuarakan. Sebab, Komunikasi-dan-Politik bagi sebagian besar orang di
sukai, yang juga tlah berada dalam sejarah manusia dengan cukup waktu yang
lama. Dalam Komunikasi Politik juga terdapat suatu pesan yang termasuk ke dalam
menyarakan, membahas dan bentuk pesannya dapat berupa keputusan, kebijakan dan
paraturan yang menyangkut kepentingan dari keseluruhan masyarakat, bangsa dan
negara.
Berikut Definisi
Komunikasi-Politik melalui Wikipedia dan beberapa ahli dibidangnya:
KOMUNIKASI
Komunikasi
pada dasarnya
merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa? mengatakan apa? dengan saluran
apa? kepada siapa? dengan akibat atau hasil apa? (who? says what? in which
channel? to whom? with what effect?) (Lasswell 1960).
Colin
Cherry:
Komunikasi adalah proses dimana pihak-pihak saling
menggunakan informasi dengan untuk mencapai tujuan bersama dan komunikasi
merupakan kaitan hubungan yang ditimbulkan oleh penerus rangsangan dan pembangkitan
balasannya.
Definisi komunikasi : Menurut Forsdale (1981)
seorang ahli pendidikan terutama ilmu komunikasi : Dia menerangkan dalam
sebuah kalimat bahwa “communication is the process by which a system is
established, maintained and altered by means of shared signals that operate
according to rules”. Komunikasi adalah suatu proses dimana suatu sistem
dibentuk, dipelihara, dan diubah dengan tujuan bahwa sinyal-sinyal yang
dikirimkan dan diterima dilakukan sesuai dengan aturan.
Analisis : Komunikasi adalah sebuah cara yang
digunakan sehari-hari dalam menyampaikan pesan/rangsangan(stimulus) yang
terbentuk melalui sebuah proses yang melibatkan dua orang atau lebih. Dimana
satu sama lain memiliki peran dalam membuat pesan, mengubah isi dan makna, merespon
pesan/rangsangan tersebut, serta memeliharanya di ruang publik. Dengan tujuan
sang "receiver" (komunikan) dapat menerima sinyal-sinyal atau pesan
yang dikirimkan oleh "source" (komunikator).
POLITIK
Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional (Konstitusional dari akar kata konstitusi atau Undang-Undang Dasar, dengan demikian merujuk pada semua langkah politik yang sesuai dengan aturan hukum yang berlaku di suatu negara. Karena Undang-Undang Dasar adalah hukum tertinggi dalam suatu negara maka suatu tindakan konstitusional adalah semua langkah yang sesuai hukum. Tetapi selanjutnya karena konstitusi diuraikan dalam berbagai undang-undang dan lain peraturan perundang-undangan, maka sering pemerintah yang mempunyai kewenangan untuk membuat undang-undang bersama parlemen (di Indonesia Dewan Perwakilan Rakyat) maka dalam beberapa situasi pelanggaran hukum bisa merupakan pelanggaran terhadap peraturan di bawah konstitusi sehingga untuk menetapkan apakah suatu undang-undang tidak bertentangan dengan konstitusi dibentuklah Mahkamah Konstitusi.) maupun nonkonstitusional.
Di samping itu politik juga dapat ditilik dari
sudut pandang berbeda, yaitu antara lain:
Γ
politik adalah usaha yang ditempuh warga negara
untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles)
Γ
politik adalah hal yang berkaitan dengan
penyelenggaraan pemerintahan dan negara
Γ
politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk
mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat
Γ
politik adalah segala sesuatu tentang proses
perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik
Pokok Lingkup
Komunikasi Politik
Dalam
Komunikasi Politik ada beberapa Model Komunikasi Politik, diantaranya:
ΓΌ Model Interaksional
Model ini memiliki karakter yang kualitatif,
nonsistemik, dan nonlinier. Komunikasi digambarkan sebagai pembentukan makna
(penafsiran atas pesan atau perilaku orang lain) oleh para peserta komunikasi. Beberapa konsep penting yang digunakan adalah diri (self),
diri yang lain (other), simbol, makna, penafsiran, dan tindakan. Menurut model
interaksi simbolik, orang-orang sebagai peserta komunikasi bersifat aktif,
reflektif dan kreatif, dan menampilkan perilaku yang sulit diramalkan. Paham
ini menolak gagasan bahwa individu adalah organisme pasif.
ΓΌ Model Aristoteles
Model aristoteles merupakan model yang paling
klasik dalam ilmu komunikasi. Aristoteles yang hidup pada saat komunikasi
retorika sangat berkembang di Yunani. Perkembangan keterampilan orang membuat
pidato pembelaan di muka pengadilan dan rapat- rapat umum yang dihadiri oleh
rakyat. Sehingga, Model ini lebih berorientasi pada pidato, terutama pidato
untuk mempengaruhi orang lain, sehingga model ini juga bisa disebut sebagai
model retorikal/ model retoris, yang kini dikenal sebagai komunikasi publik.
Model komunikasi ini, mempunyai 3 bagian dasar dari komunikasi yaitu, pembicara
(speaker), pesan (message) dan pendengar (listener).
Proses Komunikasi Politik:
Proses
komunikasi politik sama dengan proses komunikasi pada umumnya (komunikasi tatap
muka dan komunikasi bermedia) dengan alur dan komponen:
1. Komunikator/Sender – Pengirim pesan
2. Encoding – Proses penyusunan ide menjadi simbol/pesan
3. Message – Pesan
4. Media – Saluran
5. Decoding – Proses pemecahan/ penerjemahan simbol-simbol
6. Komunikan/Receiver – Penerima pesan
7. Feed Back – Umpan balik, respon.
1. Komunikator/Sender – Pengirim pesan
2. Encoding – Proses penyusunan ide menjadi simbol/pesan
3. Message – Pesan
4. Media – Saluran
5. Decoding – Proses pemecahan/ penerjemahan simbol-simbol
6. Komunikan/Receiver – Penerima pesan
7. Feed Back – Umpan balik, respon.
Saluran Komunikasi Politik:
1.Komunikasi Massa – komunikasi ‘satu-kepada-banyak’, komunikasi melalui
media massa.
2. Komunikasi Tatap Muka –dalam rapat umum, konferensi pers, etc.— dan Komunikasi Berperantara –ada perantara antara komunikator dan khalayak seperti TV.
3. Komunikasi Interpersonal – komunikasi ‘satu-kepada-satu’ –e.g. door to door visit, temui publik, etc. atau Komunikasi Berperantara –e.g. pasang sambungan langsung ’hotline’ buat publik.
4. Komunikasi Organisasi – gabungan komunikasi ‘satu-kepada-satu’ dan ‘satu-kepada-banyak’: Komunikasi Tatap Muka e.g. diskusi tatap muka dengan bawahan/staf, etc. dan Komunikasi Berperantara e.g. pengedaran memorandum, sidang, konvensi, buletin, newsletter, lokakarya.
2. Komunikasi Tatap Muka –dalam rapat umum, konferensi pers, etc.— dan Komunikasi Berperantara –ada perantara antara komunikator dan khalayak seperti TV.
3. Komunikasi Interpersonal – komunikasi ‘satu-kepada-satu’ –e.g. door to door visit, temui publik, etc. atau Komunikasi Berperantara –e.g. pasang sambungan langsung ’hotline’ buat publik.
4. Komunikasi Organisasi – gabungan komunikasi ‘satu-kepada-satu’ dan ‘satu-kepada-banyak’: Komunikasi Tatap Muka e.g. diskusi tatap muka dengan bawahan/staf, etc. dan Komunikasi Berperantara e.g. pengedaran memorandum, sidang, konvensi, buletin, newsletter, lokakarya.
Situasi Komunikasi
dan Politik jadi satu:
Dunia politik kini tidak lepas dari dunia
komunikasi. Pasalnya, kegiatan politik dilandasi oleh komunikasi dalam
menyampaikan ide, gagasan, pendapat, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan
negara. Yang namnaya Komunikasi Politik sering kita
jumpai, kejadian di belahan dunia, yang pasti akan (beberapa) disangkut pautkan
dengan Politik.
Situasi Politik di Indonesia sendiri dapat dilihat dengan adanya Pemilihan
Umum (Pemilu) yang terjadi dari tahun 1955 hingga saat ini, di samping itu juga
Komunikasi Politik dapat kita jumpai dengan banyaknya media, media yang ikut
mengkritisi hal-hal dalam proses Kom-Pol sendiri, menyuarakan pendapat
masyarakat kepada lembaga, individu atau bahkan antar media untuk menyampaikan
Komunikasi Politik itu sendiri. Komunikasi Politik, dapat juga dilihat dari
sejarah para pendiri bangsa melalui Dasar Negara, UU, serta semboyan dari suatu
negara. Komunikasi politik di Indonesia juga menjadi awal bermunculan banyaknya
Cendikia serta awam masuk ke jajaran isu-isu Kom-Pol demi melaraskan
pembangunan berbagai hal, Komunikasi Politik cukup banyak berdampak pada banyak
komponen yang berkaitan, baik Pendidikan, Ekonomi, Hukum, dan sebagainya yang
menjadikan lingkup Komunikasi Politik tidak hanya sekedar Politik untuk menjadi
sebuah proses komunikasi biasa. Komunikasi politik yang juga erat kaitannya
dengan pemilu ialah Debat para Calon Kepala daerah sendiri, serta komunikasi
politi lebih banyak di perdalam di beberapa jurusan pembelajaran di Indonesia
yang juga sebagai jalur membuka pemikiran banyak orang. Ilmu yang didalamnya
membahas Komunikasi Politik antara lain FISIP (Fakultas ilmu sosial dan
Politik), Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Komunikasi dan banyak bidang ke ilmuan
yang memasukan unsuk Kom-Pol.
Ruang Lingkup Komunikasi Politik
Menurut
Leonard W Dob, Komunikator Politik dapat dibagi dalam 3 macam, yaitu :
1.
Politikus sebagai Komunikator
Politik
Politikus adalah orang yg
memilikiotoritas untuk berkomunikasi sebagai wakil dari kelompok atau
langganan; pesan-pesan nya mengajukan dan melindungi tujuan kepentingan politik. ArtinyaKomunikator
Politik mewakili kepentingan kelompok. Namun demikian ada juga politikus yang
bertindak sebagai Ideolog yang aktivitasnya membuat kebijakan yangluas,
mengusahakan reformasi dan bahkan mendukung perubahan revolusioner.
2.
Komunikator Profesional dalam
politik
Komunikator Profesional
adalahorang yang menghubungkan golongan elit dalam organisasi atau komunitas
manapundengan khalayak umum; secara horizontal ia menghubungkan dua komunitas
bahasayang dibedakan pada tingkat struktur social yang
sama. Menurutnya, sifat
komunikator ini adalah “ bahwa
pesan yang dihasilkan tidak memiliki hubungan yang pasti dengan pikiran
dan tanggapannya sendiri”.
Klasifikasi Komunikator
Profesionaladalah meliputi ; Jurnalis, Promotor.
3.
Aktivis atau Komunikator Paruh
Waktu (part Time)
Adalah orang yang
cukup banyak terlibat dalam kegiatan politik atau komunikasi politik
tetapi tidak menjadikankegiatanya sebagai lapangan pekerjaanya. Kategori
komunikator ini adalahJurubicara, Pemuka Pendapat, Pengamat.
Beberapa Definisi Komunikasi Politik
(Gabriel Almond) komunikasi politik adalah salah
satu fungsi yang selalu ada dalam setiap sistem politik.
“all of the functions
performed in the political system,
political sociali/ation and re&ruitment, interest articulation,
interest aggregation, rule making, rule application, and rule adjudication,are
performed by means o communication.”
Communicatory
activity considered political by virtue of its consequences, actual, and potential, that it has for the funcioning of political
systems (fagen,
1966).
Political
communication refers to any exchange or symbols of messages that to a
significant extent have been shaped by or have consequences for the political
system (Meadow,
1980).
Referensi:
Prof. Onong uchjana effendy M.A Ilmu, Teori,
dan Filsafat Komunikasi, Komunikasi
citra daditya bakti, Bandung 2003. Dasar- Dasar
Ilmu Politik Gramedia Jakarta,
1982 Komunikasi Politik, Comparative Politics:
A Developmental Approach Kamus Analisa Politik, Rajawali Jakarta.
Mochtar Pabottinggi, “Komunikasi Politik dan Transformasi Ilmu Politik”
dalam Indonesia dan Komunikasi Politik, Maswadi Rauf dan Mappa Nasrun (eds).
Jakarta, Gramedia, 1993.


Komentar
Posting Komentar