Catatan Asian Games ke 18 (Jakarta - Palembang)
oleh Corani
 |
| berlangsung 6-13 Oktober 2018 |
Sudah hampir 1 minggu perhelatan 'diplomasi sehat' atau pesta olahraga terbesar se-Asia di gelar, ya mengapa saya mengatakan Diplomasi Sehat, sebab hanya olahraga yang membuat berbagai kepentingan negara menjadi begitu asik dan menyenangkan. Asian Games merupakan olahraga yang diselenggarakan 4 tahun sekali, dan pertama kali diadakan di India, New Delhi tahun 1951, di bawah naungan Olimpiade Asia. Pada akhir 1960-an ke 1970-an, Asian games mengalami permasalahan antar negara Asia, sehingga negara yang ikut berkontribusi mengirimkan wakilnya sempat mengalami permasalahan dan sedikit yang ikut pada perhelatan Asian Games.
 |
| Eko Yuli Irawan, Lifter angkat Besi peraih Emas Asian Games dan Olimpiade |
Dari sekian banyak prestasi yang Indonesia raih, emas hingga perunggu, ada satu cabang olahraga yang menarik perhatian saya. Sepak Takraw, banyak catatan sejarah, dan juga cerita yang menjelaskan ini salah satu warisan yang Indonesia punya. Sepertinya tak ada wakil, dan pihak yang selera untuk menaikan pamor warisan Indonesia ini. Sampai-sampai, di stadion sepak takraw pendukung atletnya dari negara tetangga semua, miris atau tragis? Aku yang menonton hanya dari TV saja heboh akan keseruan yang diciptakan dari permainan ini, sungguh menarik Sepak Takraw. Entah hanya aku yang tersirap dengan magnet permainan Sepak Takraw, tapi alangkah lebih baik Indonesia mulai berbenah untuk mendalami Warisan ini untuk menjadi bintang baru di bidang olahraga. Jangan sampai jika sudah di ambil dan diakui negara lain, kita begitu berang dan seakan peduli akan apa yang sedang di rebut. Walau sepak takraw pada akhir hari perhelatan menyumbangkan Emas untuk Indonesia.
 |
| Sepak Takraw yang Unik dan Mengasyikan |
 |
| Aqsa Aswar kelahiran 1997 peraih Emas Asian Games dalam Cabor Jetski |
Melihat gigihnya atlet Indonesia dengan meraih total 98 emas dibagi pada Emas, Perak, dan Perunggu, membuat saya pribadi, dan tentunya masyarakat Indonesia senang dan bersyukur. Mengapa, bahkan di perhelatan Sea Games, Indonesia bisa meraih dibawah peringat 5, tragis bukan? Tapi apa yang dibuktikan, bertengger pada peringkat 4 dan sangat diluar harapan baik Pemerintah, Atlet, dan jajaran pelatih dan banyak pihak, itulah kegigihan, kemauan, dan keberuntungan. Membuktikan, semua dapat kalah, dan membahagiakan. Bagi saya sendiri, kemenangan atlet saat itu bukan milik rakyat Indonesia saja, tentunya orang yang mengasihi mereka, yang menanti kabar kemenangan mereka, yaitu Keluarga. Betapa bahagianya, begitu juga perhelatan Asian Para Games, yaitu 'diplomasi sehat' juga yang di adakan untuk sahabat-sahabat kami penyandang disabilitas, yang akan segera di adakan di Indonesia, khusus untuk di Jakarta pada tanggal 6-13 Oktober 2018 ini, saya ajak kalian untuk tetap memberikan dukungan kepada sahabat kami yang akan menjalaninya, dan ikut mendukungnya dengan nonton langsung juga di stadium-stadium.
 |
| Tiara A. Prastika, peraih Emas cabor Sepeda Gunung (EPIC!) |
 |
| Jafro Megawanto peraih Emas Paralayang Ketepatan (HEBAT!) |
Asian Games 2018 yang di adakan di Indonesia ini memberikan banyak kesan indah, dan momen yang sangat di luar dugaan, ya, tentunya kalian pasti ada yang mengangguk setuju. Pasti diantara kalian sudah ada yang membentuk bayangan momen yang paling kalian juga ingat salah satunya. Bagi saya tidak lain momen itu ialah :
1. Kebangkitan Atlet baru dan Muda
2. Atlet baru yang tidak sekedar kekar dan atletis, tetapi idola bagi semua orang
3. Persatuan antar etnik dan bahasa pada masing-masing Atlet
4. Munculnya petinggi negara yang membawa angin damai
5. Atlet-atlet yang siap mematah hatikan pemuda/pemudi Indonesia dengan pasangan mereka pribadi
Dan banyak lagi, dari mulai seksinya selebrasi Jonathan Christie, hebatnya Aprilia Manganang di lapangan, dan terharunya Yudani Hanifan yang reflek memeluk Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Semua selalu menjadi trending di media sosial, dan bukan hanya olahraga, tetapi Opening dan Closing yang tetap menarik perhatian masyarakat Asia. Itulah mengapa ini saya cukupp katakan sebagai 'diplomasi sehat'.
 |
| Aries S. Rahayu, atlet peraih Emas Panjat tebing dengan sangat Memukau |
Dan selamat untuk China atas perolehan mendali terbanyak, memang harus diakui kegigihan dan ketekunan kontingen yang satu ini. Baik di lingkup Asia, bahkan Dunia, Olimpiade saja pernah menjadi peraih mendali terbanyak, jadi tidak heran dengan prestasi mereka. Selamat juga untuk ke-45 negara yang turut hadir mewakili negaranya hadir di Asian Games, jangan menyerah pada 8 Negara yang belum dapat meraih medali, dukung selalu atlet anda untuk meraih lebih baik. Terima kasih dan selamat atas semua pendukung Masyarakat Indonesia untuk berjalannya Asian Games, serta Kontingen Indonesia yang sudah berjuang dan gigih melampaui harapan mendali yang diinginkan, saya sendiri terpukau, dan bangga. Terutama pada Atlet dan Pelatih yang sudah jatuh bangun, berjuang sekuat tenaga. Ayo Indonesia, taklukan panggung olahraga dunia di manapun anda mewakili. Kami mendukung-Mu 🙏
(PS: Menurut saya, untuk meredam radikalisme dan kebodohan bisa disalurkan salah satu nya dengan olahraga 😘🙋😊)
 |
| Bangga Indonesia-Ku. Ayo dukung selalu untuk Indonesia #1 |
Komentar
Posting Komentar