Jumpa Pers (Teknik Wawancara)
Bollywood yang merambah Indonesia
Beberapa waktu lalu, penyanyi-pendatang baru berasal dari
Bollywood, India mengadakan Jumpa pers dengan teman-teman wartawan di Balai
pertemuan "Konferensi Indonesian artist" di gedung Jayabaya lantai 4.
Saat sore hari, tidak sedikit wartawan telah berkumpul dengan atribut
masing-masing untuk dapat meliput penyanyi baru yang telah ditunggu sejak pukul
15:00 WIB.
Pukul 3 sore, datanglah dari arah pintu masuk balai pertemuan,
sang Mega Bintang India, Muhammad Fadhil yang datang mengenakan kemeja biru
bercorak lengkungan abstrak dipadu-padankan jeans biru-gelap, serta yang
menarik dari tampilannya yaitu Fadhil menggunakan kain yang dilingkari dileher
khas kain India.
Muhammad Fadhil merupakan penyanyi asal Bombay, kota besar di
India, kedatangannya di Indonesia untuk kali pertama yaitu mempromosikan Album
perdananya berjudul “Kalhonaho” yang diartikan ‘Prahara Hidup’.
Fadhil yang lahir 24 Juli 1996 ini memiliki cerita inspiratif
dibalik pembuatan album. Ia menceritakan bahwa saat kecil, kedua orangtuanya
meninggalkan dia diusia dini untuk bekerja di German. Ia pun hidup sendiri di
India, dan berjuang untuk dapat bertahan serta mengejar mimpinya menjadi mega
bintang. Walau tidak pernah mengingat betul sosok Ibu dalam hidupnya, namun
Fadhil mengatakan sosok Ibulah yang menjadi inspirasi untuk dirinya yang
berjuang sebatang kara.
Menurut keterangan, selain mempromosikan Album yang masih di jual
dikawasan Asia, Fadhil datang ke Indonesia sebagai bagian dari liburan. Liburan
yang ia pilih yaitu ke Bali. Dalam memproduksi album musiknya, Fadhil
bekerjasama dengan Jayabaya record yang telah berdiri selama 20 tahun lebih.
Dalam Albumnya ini, semua lagu yang berisikan 14 lagu merupakan ciptaan dirinya
tanpa campur tangan pihak recording, serta pembuatannya pun memakan waktu dua
bulan.
Sela pembahasan album, seorang wartawan menanyakan apa kiat Fadhil
menjaga kondisi tubuhnya tetap bugar dan sehat, ia pun menyarankan tetap rajin
berolahraga tiap pagi selama kurang lebih setengah jam dan mengkonsumsi buah
Apel dan segelas air putih.
Dalam kesempatan itu pula, ada yang menanyakan apa kuliner yang
Fadhil sukai di Indonesia, sambil tersenyum ia mengatakan makanan Sundalah yang
menjadi kesukaannya. Namun, pertanyaan seputar albumnya pun kembali ditanyakan
oleh beberapa wartawan. Fadhil yang memiliki jenjang pendidikan terakhirnya
setingkat SD pun menjelaskan, saat kedua orangtuanya meninggalkan dia untuk
bekerja, ia tinggal bersama kakeknya bernama Raam Punjabi.
Berkunjung ke Indonesia pun ia bercita-cita dapat berkolaborasi
dengan penyanyi Siti Badriah, serta dapat bertemu dengan Idolanya yaitu Ahmad
Dhani. Ketika ditanya mengenai keyakinan albumnya mampu bersaing dipasar
Internasional, ia mantap menjawab “Kalhonaho sanggup bersaing di pasar
Internasional.”
Pada setiap trek lagu, Fadhil menyajikan musik halus, yang kental
dengan bait lirik sendu sesuai dengan kisah nyata dalam hiduonya. Dalam
merespon pasar musik, ia mengakui musik seperti ini yang sendu kurang laku di
India yang sangat menyukai musik dengan irama yang lebih dinamis sesuai budaya
dan latar belakang India yang sangat epik dengan musik serupa.
Selama di Indonesia, tournya pun akan dilaksanakan di bulan Mei di
tiga kota besar Indonesia, yaitu Jakarta, Surabaya dan Bogor. Belum lagi
rencananya dengan team yang akan mengatur waktu untuk melakukan tour ke Eropa.
Ketenaran yang sedang ia bangun bersamaan menimbulkan tawaran
dalam bermain film, ketika ditanyakan demikian, Fadhil mengungkapkan bahwa jika
ada yang menawarinya dengan alur cerita yang sesuai kemampuannya ia pun bisa
saja mengambil tawaran tersebut. Waktu pun berjalan, jumpa pers telah berjalan
selama 1 setengah jam, dari pihak Fadhil pun meminta wartawan untuk mennyakan
satu pertanyaan terakhir. Pertanyaan terakhir yang sepertinya cukup menutup
rangkaian Jumpa pers yaitu harapan Fadhil pada album Kalhonaho yaitu agar mudah
diterima dan cepat terjual.
Sekian ulasan jumpa pers saya dengan Muhammad Fadhil di balai
pertemuan sore itu.




Komentar
Posting Komentar